Sehat

Waspada Kejadian Luar Biasa Polio pada Anak, Berikut Penjelasan Lengkap Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia

Oleh: Inta Aryanindita Rabu 23 Nov 2022, 12:58 WIB
Waspada Kejadian Luar Biasa Polio pada Anak, Berikut Penjelasan Lengkap Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia

AYOJAKARTA.COM - Dikutip ayojakarta.com dari akun resmi Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), saat ini kita perlu waspada terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.

Sampai dengan hari ini, kasus polio yang telah terlaporkan bertambah menjadi tiga pasien.

Kasus tersebut terjadi di Aceh di mana tiga anak dalam kasus ini menjadi lumpuh.

Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan mengapa kita perlu mewaspadai KLB ini, walaupun 'baru' ditemukan tiga penderita.

"Setiap satu kasus anak lumpuh karena polio, ada 200 anak di sekitarnya yang sudah terinfeksi polio dan siap menularkan ke sekitarnya. Ayo imunisasi," ungkapnya.

Baca Juga: Tetapkan KLB Pada 1 Temuan Kasus Polio di Aceh, Kemenkes: Lingkungan Tercemar Tinja

Lantas apa itu Polio?

Polio adalah penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan dan cacat seumur hidup.

Salah satu gejala polio adalah lumpuh layuh.

Lumpuh layuh adalah semua kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan bersifat layuh atau lemas pada anak usia di bawah 15 tahun.

Baca Juga: Hampir 100% Warga Perum Griya Melati Bubulak Sembuh Covid-19, Status KLB Bakal Dicabut

Cara penularan melalui air atau makanan yang tercemar oleh tinja yang mengandung virus polio.

Kita dapat mencegah polio dengan imunisasi polio pada bayi, baik tetes maupun suntik, secara lengkap sesuai jadwal.

Selain itu, pencegahan dilakukan dengan cuci tangan memakai sabun dan membilasnya dengan air bersih.

Tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan juga dapat mencegah polio.

Baca Juga: Anies Baswedan Ajak Para Orangtua Sukseskan BIAN Selama 30 Hari. Ini Lokasi untuk Imunisasi!

Adapun jadwal imunisasi polio pada bayi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Imunisasi Polio Tetes (OPV 1) pada bayi usia 1 bulan,

2. Imunisasi Polio Tetes (OPV 2) pada bayi usia 2 bulan,

3. Imunisasi Polio Tetes (OPV 3) pada bayi usia 3 bulan,

4. Imunisasi Polio Tetes (OPV 4) dan polio suntik (IPV 1) pada bayi usia 4 bulan.

Jika orang tua menemukan anaknya yang berusia di bawah 15 tahun memiliki gejala lumpuh/layuh/lemas/lemah atau keterbatasan gerak secara tiba-tiba, maka harus segera menghubungi petugas kesehatan terdekat.

Ikutilah arahan petugas kesehatan untuk mengambil sampel tinja anak sebanyak dua kali, guna memastikan penyakit polio.***

Reporter Inta Aryanindita
Editor Fathul Amanah