Sehat

Angka Kematian Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun, 164 Vial Fomepizole Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Selasa 01 Nov 2022, 19:57 WIB
Kemenkes sebarkan 164 vial Fomepizole ke seluruh Indonesia, sehingga angka kematian kasus gagal ginjal akut menurun.

AYOJAKARTA.COMdr Syahril selaku Juru Bicara Kemenkes, menyampaikan update kasus gagal ginjal akut di Indonesia hari ini, Selasa 1 November 2022.

Sejauh ini, Kemenkes telah melakukan berbagai upaya penanganan terhadap kasus gagal ginjal akut pada anak.

Perkembangannya kini semakin terlihat progresif dengan turunnya angka kematian akibat kasus gagal ginjal akut.

Baca Juga: Produsen Unibebi Laporkan Distributor ke Polisi Imbas Temuan Adanya Gagal Ginjal Akut pada Anak

Diketahui sampai 31 Oktober, jumlah kasus gagal ginjal akut di Indonesia mencapai  304 kasus.

Diantaranya terdapat 46 kasus pasien yang masih dirawat, 159 kasus meninggal dan 99 kasus sembuh.

Gambaran pasien dari total 304 kasus tersebut, sejumlah 59% merupakan pasien laki-laki dan perempuan 41%.

Baca Juga: Hanya Konsumsi ASI Bayi 7 Bulan Juga Terkena Gagal Ginjal Akut, Ini Penjelasan BPOM

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, dilihat dari grafiknya, jumlah kasus terbanyak terjadi pada rentang usia 1-5 tahun yakni sebanyak 173 kasus.

Kasus lainnya di rentang usia 11-18 tahun sebanyak 42 kasus, usia 6-10 tahun sebanyak 43 kasus, dan usia di bawah 1 tahun sebanyak 46 kasus.

Kasus kematian terbanyak juga di kelompok usia 1-5 tahun yakni sejumlah 106 kasus.

Baca Juga: Temuan Baru BPOM, Produk Obat Sirup PT Afi Farma Mengandung Cemaran Berbahaya, Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak

Angka kematian di rentang usia 11-18 tahun sebanyak 9 kasus, usia 6-10 tahun sebanyak 23 kasus, dan usia di bawah 1 tahun 21 kasus.

Peta sebarannya di 27 Provinsi, kasus terbanyak yakni di DKI Jakarta sebanyak 79 kasus.

Diantara kasus tersebut pasien terbanyak dirawat di RSCM.

Baca Juga: Update Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, BPOM Bocorkan Nama 2 Industri Farmasi yang Masuk Pidana

10 kota dengan jumlah kasus tertinggi yaitu Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Banda Aceh, Jakarta Utara, Denpasar Bali, Tangerang Banten, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Depok.

Kemenkes juga telah mengupayakan pengadaan obat antidotum atau penawar penyakit gagal ginjal akut ini.

Obat penawar tersebut didatangkan dari Singapura, Australia, dan Jepang.

Baca Juga: Jangan Telat Diagnosis! Layanan Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut Sudah Tersedia di Puskesmas DKI Jakarta

Fomepizole yakni obat penawar penyakit gagal ginjal akut yang sudah diberikan kepada beberapa pasien di Indonesia.

Distribusi obat Fomepizole telah tersebar sebanyak 146 vial kepada 17 Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

Selain itu juga Kemenkes menyediakan stok cadangan sejumlah 100 vial Fomepizole.

Baca Juga: Obat Gagal Ginjal Akut Gratis Sudah Tiba di Indonesia, Ada 200 dalam Bentuk Vial

Pada 18 Oktober 2022, Kemenkes umumkan larangan pemakaian obat sirup untuk sementara waktu sampai dengan selesai penyelidikan.

Sejak saat itu penambahan kasus gagal ginjal akut di Indonesia tidak terlalu banyak dan angka kematiannya menurun.

Apalagi setelah tanggal 28 Oktober 2022 saat BPOM merilis obat-obat yang aman digunakan.

Pihak Kemenkes juga sudah membuat surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia terkait rekomendasi obat yang aman untuk digunakan.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris