Sehat

Khawatir Gagal Ginjal Akut, Ini Rekomendasi Pengganti Obat Sirup Untuk Anak

Oleh: Linda Wati Senin 24 Okt 2022, 07:39 WIB
Khawatir Gagal Ginjal Akut, Ini Rekomendasi Pengganti Obat Sirop Untuk Anak

AYOJAKARTA.COM - Kekhawatiran masyarakat dengan adanya dugaan obat sirop menjadi penyebab gagal ginjal akut, menjadi PR bagi Kemenkes.

Baru-baru ini Kemenkes memberikan instruksi untuk menarik semua obat sirop yang ada di Apotek untuk pencegahan gagal ginjal akut pada anak.

Penyebab gagal ginjal akut saat ini masih misterius, karena belum dipastikan penyebabnya.

Baca Juga: Cek Sekarang! BPOM Merilis 30 Produk Obat Sirup yang Dipastikan Aman dan 3 Produk Obat Sirup yang Tidak Aman

Saat ini masyarakat juga tengah dilema karena bingung akan mengkonsumsi obat yang bagaimana jika anaknya sakit.

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter dr. Andi Khomeini Takdir @dr_koko28, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari obat sirup parasetamol.

“Untuk sementara waktu teman2 mohon hindari pemakaian obat sirup parasetamol. Apalagi yang mengandung etilon-glikol dan atau di-etilon glikol,” kata dr. Andi dalam tweetnya.

Baca Juga: BPOM Ungkap Alasan Kebobolan Obat Sirup yang Tercemar Etilena Glikol dan Dietilen Glikol

Menurutnya masyarakat khususnya ibu-ibu dapat mengganti obat sirup tersebut dengan obat puyer.

“Teman2 jgn panik. Baca label. Kenali isi. Penting untuk tahu darimana asal obat tsb,” tweetnya.

“Jika tidak bisa dengan obat sirup, opsinya balik ke puyer,” tambahnya.

Baca Juga: Etilen Glikol Punya Sifat Beracun, Kandungan Obat Sirup Berbahaya: Jadi Pemicu Penyakit Gagal Ginjal Pada Anak

Diketahui saat ini gagal ginjal akut ini telah menyebar pada 14 Provinsi yang ada di Indonesia.

Serta pada 14 Oktober 2022 kemarin, telah tercatat ada 152 kasus gagal ginjal.

Dalam kasus ini, terdapat beberapa indikasi yang menjadi penyebab gagal ginjal.

Yang pertama terindikasi mengalami dehidrasi, serta korban mengalami pendarahan yang hebat.

Lalu mengalami fase shock saat terkena demam berdarah dengue Infeksi berat.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris