AYOJAKARTA.COM - Kekhawatiran masyarakat dengan adanya dugaan obat sirop menjadi penyebab gagal ginjal akut, menjadi PR bagi Kemenkes.
Baru-baru ini Kemenkes memberikan instruksi untuk menarik semua obat sirop yang ada di Apotek untuk pencegahan gagal ginjal akut pada anak.
Penyebab gagal ginjal akut saat ini masih misterius, karena belum dipastikan penyebabnya.
Saat ini masyarakat juga tengah dilema karena bingung akan mengkonsumsi obat yang bagaimana jika anaknya sakit.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter dr. Andi Khomeini Takdir @dr_koko28, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari obat sirup parasetamol.
“Untuk sementara waktu teman2 mohon hindari pemakaian obat sirup parasetamol. Apalagi yang mengandung etilon-glikol dan atau di-etilon glikol,” kata dr. Andi dalam tweetnya.
Baca Juga: BPOM Ungkap Alasan Kebobolan Obat Sirup yang Tercemar Etilena Glikol dan Dietilen Glikol
Menurutnya masyarakat khususnya ibu-ibu dapat mengganti obat sirup tersebut dengan obat puyer.
“Teman2 jgn panik. Baca label. Kenali isi. Penting untuk tahu darimana asal obat tsb,” tweetnya.
“Jika tidak bisa dengan obat sirup, opsinya balik ke puyer,” tambahnya.
Diketahui saat ini gagal ginjal akut ini telah menyebar pada 14 Provinsi yang ada di Indonesia.
Serta pada 14 Oktober 2022 kemarin, telah tercatat ada 152 kasus gagal ginjal.
Dalam kasus ini, terdapat beberapa indikasi yang menjadi penyebab gagal ginjal.
Yang pertama terindikasi mengalami dehidrasi, serta korban mengalami pendarahan yang hebat.
Lalu mengalami fase shock saat terkena demam berdarah dengue Infeksi berat.***