Sehat

Puluhan Anak Meninggal di Jakarta Diduga karena Gagal Ginjal Akut

Oleh: Christy Ayu Saputri Selasa 18 Okt 2022, 15:58 WIB
Puluhan Anak Meninggal di Jakarta Diduga karena Gagal Ginjal Akut

AYOJAKARTA.COM - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati membenarkan kabar terkait puluhan anak dan balita di Jakarta meninggal karena dugaan gagal ginjal akut.

Seperti dikutip Ayojakarta.com dari Republika dalam judul artikel “25 Anak di Jakarta Diduga Meninggal Karena Gagal Ginjal Akut Misterius" pada Selasa,18 Oktober 2022.

Yudi Dimyati mengabarkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menemukan setidaknya 20-an anak yang meninggal karena sakit tersebut.

“DKI sudah mulai ditemukan, 20-an meninggal rilis data dari Dinas Kesehatan," ujar Yudi.

Baca Juga: Apa Kaitan Gagal Ginjal dan Corona?

Melihat hal tersebut, Yudi pun mengimbau kepada semua RS di Jakarta agar menyiapkan fasilitas dan pelayanan kesehatan serta bersiap siaga jika terdapat rujukan pasien dengan gejala gangguan ginjal.

“Kepada seluruh RS di Jakarta Selatan, untuk siap siaga apabila ada rujukan dari Puskesmas maupun dari pasien-pasien yang datang mengeluhkan gejala gagal ginjal," ujarnya.

Selain itu, para orang tua harus aware terhadap peningkatan kasus gangguan ginjal pada anak.

Ia juga mengimbau agar orang tua tidak panik dalam menghadapi situasi tersebut dan lebih memperhatikan ciri-ciri pada gangguan gejala gagal ginjal hingga dapat ditangani lebih cepat dengan perawatan intensif dari rumah sakit.

Yudi Dimyati kemudian memberikan penjelasan singkat terkait ciri-ciri dari gangguan gejala ginjal pada anak agar cepat mendapatkan tindakan perawatan.

Menurutnya gagal ginjal bisa ditemukan dengan ciri bengkak pada bagian kaki, juga terdapat sesak napas hingga gejala kesulitan dalam buang air kencing.

Baca Juga: Selain Pankreas Babi, Vaksin AstraZeneca Disebut Mengandung Jaringan Ginjal Bayi

Berdasarkan data Dinkes DKI yang telah dikumpulkan hingga Jumat (14/10/20220) terdapat 42 kasus dengan 25 anak meninggal dunia serta 10 anak lainya dinyatakan sembuh, sedangkan 7 anak masih menjalani rawat inap.

Diketahui dari 42 anak tersebut, tercatat 37 balita dan lima anak terkena gagal ginjal berusia 5-18 tahun.

Atas penemuan tersebut Kementerian Kesehatan RI kemudian melaporkan kasus gangguan gagal ginjal kepada Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia mendata bahwa hingga kini ter total ada 152 pasien anak yang mengalami gangguan ginjal.

Namun, belum diketahui penyebab gangguan ginjal akut ini menyerang pada anak-anak, beberapa Beberapa dugaan yang muncul terkait kemungkinan keracunan obat, hingga infeksi MIS-C atau peradangan multisistem pada anak.

Pemerintah Indonesia kini tengah menyelidiki dengan kolaborasi WHO terkait hal tersebut.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Fathul Amanah