Sehat

Virus SEERS Diprediksi Terjadi pada April 2025, Mantan Menkes Siti Fadilah Ikut Buka Suara, Benarkah Mirip COVID 19?

Oleh: Karseno AJ Sabtu 04 Jan 2025, 18:05 WIB
Illustrasi. Virus SEERS Diprediksi Terjadi pada April 2025, Mantan Menkes Siti Fadilah Ikut Buka Suara

AYOJAKARTA.COM -  Severe Epidemic Enterovirus Respiratory Syndrome atau disingkat SEERS, ditengarai akan menjadi wabah pandemi baru dunia di tahun 2025 setelah Covid.  

Selain menginfeksi bagian pernafasan, penderita virus SEERS yang diprediksi menyerang kelompok anak dan remaja juga akan mengalami gangguan pada otak.

Disebut-sebut merupakan hasil perpaduan dari RNA virus Polio, Coxsackie, dan Virus Echo, virus SEERS diyakini oleh sejumlah kalangan jauh lebih berbahaya dari Covid-19.

Baca Juga: Tips Mengoptimalkan Kinerja Vivo Y19s, Ini Pengaturan Wajib yang Harus Diketahui Pengguna!

Bukan hanya mengancam masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi, keberadaan virus SEERS juga dicurigai akan membawa dampak besar di bidang kesehatan.

Sebagaimana dengan SARS di tahun 2002, MERS pada 2012 atau Covid di tahun 2019, penyebaran virus SEERS juga diduga akan mengganggu populasi masyarakat dunia.

Karena potensi dampak dari virus SEERS yang sangat besar, warganet di dunia maya juga sempat memperingatkan akan potensi pandemik dunia.

Dalam salah satu unggahan, warganet menyinggung penyebaran virus SEERS diprediksi akan mulai dilakukan pada akhir Maret atau April 2025.

Menyikapi peredaran video tersebut, Menkominfo yang kini berganti sebutan menjadi Komdigi menyebut berita akan adanya virus SEERS pada 2025 merupakan hoax.

Baca Juga: Berlaku Februari 2025, Ini Cara Mendaftar Program Medical Check Up Gratis di Hari Ulang Tahun dari Balita hingga Lansia

Sehubungan dengan adanya pernyataan resmi Menkominfo, Menteri Kesehatan Periode 2004-2009 memberikan tanggapan.

Menurut Siti Fadilah Supari, wacana terkait SEERS sudah mulai menjadi pembahasan dalam pertemuan tanggal 23 Oktober 2022 di Brussels, Belgia.

Dalam latihan simulasi pandemi bertajuk Catastrophic Contagion yang diprakarsai WHO dan Yayasan Bill & Melinda Gates, Direktur Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins juga hadir.

Melalui pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah Menteri Kesehatan dari sejumlah negara, wacana SEERS sebagai ancaman global kemudian diperkenalkan.

Bertujuan untuk melakukan langkah mitigasi pandemi secara mendunia, sejumlah lembaga pendanaan di bidang kesehatan juga sudah mengucurkan dana bagi negara-negara peserta.

Baca Juga: Antisipasi Kegagalan, Berikut Penyebab Gagal SNBP yang Tak Disangka Calon Mahasiswa

Menurut Siti Fadilah, jauh sebelum pandemik Covid muncul di akhir tahun 2019 acara serupa dengan inisiator yang sama juga pernah dilakukan.

Melalui Event 201 yang diadakan pada tahun 2019 di New York, Siti menyebut hipotesis yang akan menjadi musuh dunia di masa depan adalah Coronavirus.

“Mereka waktu tahun 2019 hipotesis penyakitnya adalah Covid, dan ternyata pada akhir 2019 atau 2020 Covid itu terjadi,” ungkap Siti.

Berpijak pada fakta empiris menjelang munculnya Covid, Siti mengajak seluruh masyarakat untuk mulai bersikap lebih peduli dengan kesehatan.

Terlepas virus SEERS benar-benar akan menjadi ancaman dunia atau tidak, Siti mengajak masyarakat Indonesia untuk belajar dari sejarah.***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky