AYOJAKARTA.COM - Setiap orang layak untuk bahagia, apapun masalahmu di masa lalu yang pasti kamu pantas untuk bahagia di masa depanmu.
Sejujurnya kebahagian itu kita sendiri yang ciptakan. Sebab kamu adalah penulis dari cerita hidupmu sendiri dan tuhan maha penulis skenario terbaik untuk hidup kita di masa depan nanti.
Kata trauma ini tidaklah asing untuk kita sebab ada banyak orang disekitar kita yang mengalami trauma ini.
Trauma merupakan suatu respons emosional yang diberikan oleh seseorang atas kejadian buruk yang dialami di masa lalu.
Trauma ini akan meninggalkan tekanan jiwa yang disebut post traumatic syndrome disorder (PTSD).
Dari sini kita bisa mengambil poin bahwa, trauma adalah benturan benda atau kejadian yang meninggalkan bekas atau tekanan jiwa sehingga dapat menyebabkan kerusakan fisik, psikis atau kematian.
Baca Juga: Tes Kepribadian : Cek 4 Gambar Ini untuk Tahu Trauma Anda
Selain itu menurut American Psychological Association, trauma ialah respons emosional yang diberikan oleh seseorang atas kejadian buruk seperti bencana alam, kecelakaan, ataupun kekerasan seksual.
Dilansir AyoJakarta.com dari aido.id Jumat (5/8/22) dalam kasus ini ada beberapa tipe dari trauma seperti:
- Trauma akut ini bisa terjadi sebagai akibat dari satu kejadian yang begitu traumatik.
Baca Juga: Miris! Ayah Lecehkan Anaknya Berusia 11 Tahun hingga Trauma
- Trauma kronis, terjadi akibat seringnya terekspos terhadap suatu kejadian traumatis, sebagai contoh adalah tindakan perundungan, kekerasan rumah tangga, ataupun kekerasan pada anak.
- Trauma kompleks, bisa terjadi akibat terekspos pada beberapa kejadian traumatis yang berbeda.
Untuk beberapa kasus ada gejala trauma yang mungkin dapat diketahui dengan mudah sebagai berikut:
Baca Juga: Miris! Ayah Lecehkan Anaknya Berusia 11 Tahun hingga Trauma
- Penolakan
- Rasa marah
- Ketakutan
Baca Juga: Tes Kepribadian : Gambar yang Kamu Pilih Ungkap Trauma Masa Kecil
- Selalu merasa sedih
- Merasa malu
- Kebingungan
Baca Juga: Pasar Seni Ancol Kampanye #PemulihanBersama, Ajak Masyarakat Trauma Healing Pandemi
- Merasa cemas
- Depresi
- Mati rasa
Baca Juga: Trauma Healing, Komunitas Dongeng Jakut Hibur Anak Korban Kebakaran Kalibaru
- Merasa bersalah
- Kehilangan harapan
- Kesulitan dalam berkonsentrasi
Baca Juga: Viral Bikin Video Cari Suami, Yesi Ternyata Trauma Sejak Ayahnya Meninggal Dunia
Selanjutnya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya trauma pada seseorang. Namun dalam kebanyakan kasus, penyebab trauma bisa saja karena faktor:
- Bullying
- Kekerasan fisik, psikis, maupun seksual
Baca Juga: Bejat! Selain Diperkosa, NF Juga Dijual Saat Pemulihan Trauma di Rumah Aman P2TP2A Lampung
- Menerima perlakuan kasar
- Penyerangan secara seksual
- Kecelakaan lalu lintas
Baca Juga: Jadi Korban Pemerkosaan dan Ikut Pemulihan Trauma, NF Malah Diperkosa Kepala P2TP2A Lampung Timur
- Persalinan
- Penyakit yang dapat mengancam nyawa
- Kehilangan orang yang dicintai
Baca Juga: Insiden Mobil Dibakar, Via Vallen Mengaku Masih Trauma
- Menerima penyerangan secara tiba-tiba
- Penculikan
Trauma sendiri merupakan bagian dari kesehatan mental. Untuk itu kamu harus bisa menjaga mental kamu dari hal-hal yang membuatmu merasakan insecure ataupun rasa bersalah atas apa yang terjadi di hidupmu.***