AYOJAKARTA.COM—Heboh Mima Shafa, anak selebriti Mona Ratuliu dan Indra Brasco yang mencoba bunuh diri karena depresi, memantik rasa penasaran tentang depresi dan bagaimana mengatasinya.
Sering kali kata depresi dilihat sebagai suatu penyakit yang memalukan, dan orang yang mengalami hal tersebut dianggap sebagai orang yang memiliki mental lemah.
Depresi merupakan reaksi normal ketika seseorang melalui perjuangan dan kekecewaan dalam hidupnya. Seringkali, orang menyebutnya sebagai "depresi", tetapi secara klinis, depresi lebih dari sekedar perasaan sedih saja.
Jika kamu terus menerus merasa sendirian, putus asa dan kekosongan dalam hampir setiap aspek kehidupan kamu waspadalah. Apalagi bila semua perasaan itu tidak mau pergi, maka kemungkinan kamu mengalami, atau yang juga dikenal sebagai gangguan depresi berat/akut atau depresi klinis.
Depresi bisa dialami oleh siapa saja dan tidak berhubungan dengan kuat lemahnya mental seseorang.
Baca Juga: Fakta Menarik Syech Zaki, Suami Tasyi Athasyia yang Jadi Sorotan Setelah Bela Sang Istri
Ketika depresi ini dibiarkan terus, maka akan berlanjut. Bila tak mendapatkan penanganan bisa menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas kerja, gangguan hubungan sosial, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.
Dalam beberapa kasus, ada gejala-gejala depresi yang menjadi bagian dari masalah kejiwaan yang bahkan lebih kompleks.
Ada berbagai jenis gangguan depresi klinis, dengan gejala yang beragam mulai dari yang ringan sampai dengan yang parah.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U 16 vs Singapura di Piala AFF U 16 2022 Rabu 3 Agustus 2022 Jam 20.00 WIB
Mengutip docdoc.com, Rabu (3/8/2022) jenis-jenis gangguan depresi yang umum di antaranya sebagai berikut:
Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder)
Pada kasus ini pasien dengan MDD merasakan putus asa yang terus menerus sehingga mereka tidak dapat berfungsi normal atau sekedar menikmati hidup mereka sehari-hari.
Depresi Katatonik
Dalam hal ini depresi merupakan suatu kondisi di mana seseorang menjadi tidak responsif terhadap setiap interaksi sosial dan mungkin tidak bergerak sama sekali.
Gangguan Afektif Musiman (Seasonal Affective Disorder)
Kasus ini biasanya akan mempengaruhi orang setiap tahun pada waktu yang sama (pola musiman), biasanya selama musim gugur atau musim dingin ketika paparan sinar matahari kurang.
Dysthymia (Depresi kronis)
Pada kasus depresi kronis ini merupakan suatu jenis yang lebih ringan dari depresi akut/klinis di mana gejala dapat muncul untuk jangka waktu yang lama. Pasien dengan kondisi ini masih bisa berfungsi secara normal, tetapi terlihat terus-menerus tidak bahagia.
Gangguan Bipolar (Depresi Akut)
Seperti yang kita ketahui bahwa orang dengan gangguan bipolar menunjukkan perubahan suasana hati yang parah. Mereka dapat menjadi terlalu tertekan sekali kemudian terlalu bahagia di saat lain. Penderitanya mengalami periode depresi serta periode mania, dengan suasana hati yang normal di antara kedua periode tersebut.
Depresi psikotik
Untuk penderita depresi ini cenderung akan kehilangan kontak dengan kenyataan dan menjadi psikotik. Bentuk serius dari depresi ini adalah halusinasi, paranoid dan delusi ide.
Depresi sebelum dan pasca-melahirkan
Juga dikenal sebagai "baby blues", di mana kondisi terkait dengan stres yang terjadi pada wanita setelah melahirkan atau selama kehamilan.