Sehat

Kenali 5 Tipe Apology Language Agar Tahu Cara Meminta Maaf ke Pasangan

Oleh: Redaksi Rabu 27 Jul 2022, 10:30 WIB
5 Apology Language untuk Mengetahui Cara Minta Maaf ke Orang Lain/

AYOJAKARTA.COM - Meminta maaf bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh sebagian orang.

Bahkan orang dewasa terkadang masih mengatakannya dengan berteriak, seperti sesuatu yang dipaksa untuk keluar.

Atau jika anak kecil yang mengatakannya, ia akan menunduk menatap kakinya sambil berbisik meminta maaf.

Berikut adalah sebuah ‘bahasa’ yang akan meningkatkan peluangmu untuk segera dimaafkan oleh pasangan yaitu Apology Language.

Dikutip AyoJakarta.com dari satupersen.net pada Rabu (27/07/2022), selain love languages, Gary Chapman bersama seorang psikolog bernama Jennifer Thomas juga mengembangkan penelitian mengenai '5 Apology Language'.

Ini merupakan teori yang membantu seseorang meminta maaf dengan berbagai cara, tergantung kondisi dan metode yang sesuai dengan sang penerima ucapan maaf.

Baca Juga: Bisa jadi Tanda Menyampaikan Sesuatu, Ini 6 Bahasa Isyarat Kucing yang Harus Diketahui

Berikut 5 tipe Apology Language yang terdiri dari :

1. Expressing Regret (Mengungkapkan Penyesalan)

Tipe ini melibatkan pengungkapan rasa penyesalan dengan sepenuh hati.

Ciri dari tipe ini adalah keinginan untuk si peminta maaf memahami kesalahan apa yang dia lakukan, dan dampaknya atau perasaan orang yang terluka.

Cara ini cocok untuk memvalidasi perasaan orang yang tersakiti, membuat mereka merasa lebih dihargai.

Tentunya cara ini menggunakan kalimat permintaan maaf yang tepat, tanpa membela diri, tanpa asal-asalan, dan ekspresi wajah pun perlu menunjukkan ketulusan.

2. Accepting Responsibility (Menerima Tanggung Jawab)

Tipe ini tak jauh berbeda dari tipe pertama.

Perbedaannya adalah, selain adanya rasa penyesalan, ada kesadaran bahwa ada sebuah tanggung jawab yang sepantasnya dilakukan terhadap pihak yang dilukai.

Ketika expressing regret hanya menggunakan kalimat "maaf ya, aku menyesal atas perbuatanku", accepting responsibility menggunakan kalimat semacam "aku seharusnya tanya dulu kesediaanmu", "sepantasnya aku gak bahas soal berat badan kamu" dan "aku harusnya lebih tenang waktu itu".

Baca Juga: dokter Dinasyah Ungkap 4 Hal yang Bisa Menurunkan Gairah Seksual Terhadap Pasangan, Pria Wajib Tahu!

3. Making Restitution (Memberi Ganti Rugi)

Cara permintaan maaf yang ketiga ini melibatkan upaya memperbaiki keadaan atau menebus kesalahan dengan menawarkan suatu ganti rugi.

Bisa melalui tindakan atau dengan pengadaan barang atau hal sesuai yang disepakati.

Misalkan setelah tanpa sengaja memecahkan gelas kesayangan seseorang, maka selain minta maaf secara lisan tentunya, tawarkanlah untuk membeli gelas serupa, atau tanyakan kira-kira apa yang dia inginkan.

4. Genuinely Repenting (Tidak Mengulang Kesalahan)

Sebagian orang merasa kata-kata tak cukup untuk menenangkan hati setelah mereka terluka, maka dari itu cara yang satu ini mungkin bisa dipertimbangkan.

Tunjukan dengan aksi nyata, minimalisir dan hindari pengulangan kesalahan.

Boleh untuk mengucapkan secara lisan, atau pemberian janji.
Namun jika pun tak janji, yang penting adalah tunjukan secara nyata melalui tindakan.

Kadang cara ini justru menjadi tricky ketika pengucapan janji dilakukan duluan sementara tak ada bukti perubahan sikap.

5. Requesting Forgiveness (Memohon Pengampunan)

Ketika empat cara sebelumnya masih menunjukan bahwa yang melukai ingin dimaafkan, atau masih 'menuntut' untuk dimaklumi, cara yang satu ini lebih menyerahkan keputusan pada pihak yang terluka.

Ada kesadaran bahwa mengampuni tak bisa dipaksakan.

Mengampuni adalah hak pribadi setiap orang, dan tentunya butuh proses.

Butuh waktu dan keputusan seseorang untuk mengampuni perlu dihargai.

Bagaimana, dari 5 apology language ini, manakah yang lebih sering kamu gunakan?

Tentunya, sekali lagi kamu perlu memahami bahwa ketulusan, respect, dan berbesar hati adalah komponen yang amat mendukung proses meminta maaf.***(Skolastika P Nainggolan)

Reporter Redaksi
Editor Fathul Amanah