Sehat

Kenali Gejala Cacar Monyet yang Mirip Cacar Air dan Daftar Orang yang Berisiko Terkena Penyakit Ini!

Oleh: Cita Aryani. M Senin 25 Jul 2022, 06:35 WIB
WHO Nilai Cacar Monyet Bukan Ancaman Serius Saat Ini

AYOJAKARTA.COM - Monkeypox atau biasa dikenal cacar monyet adalah suatu infeksi virus yang ditemui dengan bintil bernanah di kulit.

Cacar monyet atau monkeypox pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Monyet adalah inang utama dari virus monkeypox.

Oleh sebab itu, penyakit ini disebut dengan cacar monyet.

Gejala penyakit ini secara umum mirip dengan penyakit cacar (smallpox), seperti demam dan ruam kulit yang melepuh menjadi lenting.

Baca Juga: Wanita Penderita Endometriosis Lebih Berisiko Terkena Stroke, Ini Penyebabnya!

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair.

Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah dan menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Penyakit ini sifatnya zoonosis atau diperantarai oleh hewan, seperti monyet, tikus, dan tupai.

Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui gigitan atau cakaran, mengkonsumsi daging yang tidak dimasak matang, maupun kontak langsung dengan kandang hewan yang terinfeksi virus.

Sementara itu, penyebaran cacar monyet antar-manusia dapat melalui kontak langsung dari kulit ke kulit, cairan tubuh, droplet saat penderita batuk maupun bersin, atau saat menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus.

Bahaya penyakit ini dapat dicegah dengan efektif melalui vaksin.
Antivirus untuk pengobatan cacar monyet masih terus diteliti secara lebih lanjut.

Gejala cacar monyet ini akan muncul 5–21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox.

Baca Juga: WHO Resmi Tetapkan Wabah Cacar Monyet Sebagai Darurat Global

Gejala awal cacar monyet ditemui sebagai berikut:

1. Demam

2. Letih atau lemas

3. Menggigil

4. Sakit kepala

5. Nyeri otot

6. Pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditemui dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Gejala awal cacar monyet dapat berlangsung selama 1–3 hari atau lebih.

Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti lengan atau tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit.

Jika kamu merasa melakukan kontak dengan seseorang atau hewan liar yang terinfeksi monkeypox, segera konsultasikan ke dokter.
Terlebih jika kamu baru saja melakukan perjalanan ke daerah di mana wabah ini berasal.

Apabila kamu mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pengobatan juga membantu mencegah timbulnya penyakit komplikasi.

Baca Juga: Penyebab Cacar Monyet, Penyakit Menular yang Gejala Awalnya Mirip Cacar Air

Meskipun cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self-limited disease), tapi gejalanya dapat mengganggu dan membuat tidak nyaman.

Apalagi penyakit ini cenderung sembuh lebih lama dibandingkan penyakit cacar lainnya.

Siapa pun yang belum pernah terinfeksi virus penyebab cacar monyet memang berpeluang untuk mengalami penyakit ini.

Akan tetapi, kamu akan lebih berisiko untuk terjangkit penyakit ini ketika:

1. Melakukan kontak secara langsung tanpa memakai alat pelindung dengan binatang liar.

2. Melakukan kontak dekat dengan monyet yang terinfeksi virus penyakit ini.

3. Mengonsumsi daging dan bagian tubuh lain binatang liar, apalagi tanpa terlebih dahulu dimasak hingga matang.

4. Merawat orang yang mengalami cacar monyet.

5. Melakukan penelitian terhadap virus monkeypox di laboratorium.

Demikian informasi terkait gejala dan risiko terkena penyakit cacar monyet. Semoga bermanfaat***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Fathul Amanah