Sehat

Bahaya Makan Acar Terlalu Banyak, Rawan Gangguan Ini !

Oleh: Redaksi Rabu 20 Jul 2022, 12:10 WIB
ilustasi acar

AYOJAKARTA.COM—Bagi sebagian orang, makan tanpa ditaburi acar akan terasa ada yang kurang. Sebut saja, nasi goreng , bakmi goreng, bakmi godok, sate , tengkleng, mie ayam akan tambah nikmat ketika ditambahi acar.

Namun tau kah sebenarnya pembuatan acar dan bagaimana baiknya saat mengonsumsinya?.

Baca Juga: Habib Rizieq Bebas Bersyarat Per Hari Ini, Masa Percobaan Sampai 10 Juni 2024

Istilah  Acar hanya menggambarkan proses pengawetan melalui cairan asam. Acar adalah jenis awetan makanan yang pada prosesnya menggunakan cuka dan air garam untuk membuat cita rasa segar. Biasanya yang dibuat acar adalah timun, cabai, bawang, tomat, dan sebagainya, sebagian lagi menambahkan wortel.

Acar umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap dan juga bisa disajikan sebagai salad. Kimchi itupundianggap sebagai acar. Namun, asosiasi paling umum dari istilah acar mengacu pada mentimun asin yang memiliki rasa tajam.

Bahkan, menurut  LiveStrong, acar adalah pilihan camilan penting untuk diet karena rendah kalori. Hanya saja ternyata tubuh tidak boleh banyak mengonsumsinya.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Perempuan Berusia di Atas 36 Tahun Dapat Pengalaman Seks Terbaik!

Berikut ini yang terjadi pada tubuh jika terlalu banyak mengonsumsi acar, seperti dilansir dari laman Health Digest, Selasa (19/7/2022) dan dikutip dari Republika.co.id, Rabu (20/2/2022).

Acar dikenal karena rasanya yang asam dan asin, tetapi kandungan natrium dalam porsi rata-rata mungkin mengejutkan. Menurut Health, satu tombak acar dill mengandung lebih dari 300 miligram sodium.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), batas yang direkomendasikan untuk asupan natrium untuk orang dewasa yang sehat adalah 2.300 miligram per hari. Anda harus memperhatikan label fakta nutrisi mereka.

Diet dengan terlalu banyak garam atau natrium berbahaya. Dokter merekomendasikan untuk mengurangi asupan garam harian Anda bahkan jika Anda sehat.

Baca Juga: Hari Ini Sidang Perdana Perceraian dengan Sule,  Nathalie Siap Datang

"Terlalu banyak garam dalam diet harian Anda dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal," menurut WebMD.

 Gangguan pencernaan

Acar juga dapat menyebabkan beberapa gangguan pencernaan ringan seperti gas dan kembung. Mentimun memang ada dalam daftar makanan yang dapat menyebabkan gas pada beberapa individu. Bila dikonsumsi dalam jumlah besar, acar dapat menyebabkan Anda menjadi  kembung dan perut mengandung gas, bahkan bisa sampai diare.

 Maag

Sakit maag bisa membuat perut dan kerongkongan Anda terasa seperti terbakar. Salah satu faktor penyebabnya karena terlalu banyak asam.

Acar yang kaya akan bakteri usus yang sehat dapat membantu meringankan mulas.  Sebagian besar acar yang diproduksi secara komersial telah dipasteurisasi, yang menghilangkan bakteri sehat (atau tidak sehat).

Faktanya, acar yang dibuat dalam cuka hanya dapat memperburuk gejala Anda. Mulas sering merupakan respons terhadap makanan asam, termasuk makanan yang dibuat dengan cuka.

 Rasa haus yang meningkat

Makanan asin bisa membuat Anda lebih haus daripada sebelumnya. Ini adalah salah satu area di mana perbedaan antara acar yang difermentasi dan yang diproses dalam larutan air garam tidak signifikan. Akibat langsung dari peningkatan natrium, diet dengan terlalu banyak acar dapat membuat Anda merasa putus asa untuk memuaskan dahaga Anda.

Demikian informasi tentang acar, sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsinya, karena ada beberapa dampak buruk bagi kesehatan.***

 

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati