Sehat

5 Karakter Generasi Milenial yang Cocok Diikuti di Zaman Now, Menyukai Entrepreneur dan Work Life Balance

Oleh: Cita Aryani. M Sabtu 16 Jul 2022, 15:40 WIB
Ilustrasi Milenial dan Gen Z

AYOJAKARTA.COM - Secara umum generasi milenial hidup di era teknologi.

Walaupun belum sedekat generasi Z, tetapi umumnya anak milenial sudah cukup aman dari risiko kata gaptek.

Generasi milenial merupakan generasi yang lahir pada rentang tahun 1980 hingga 1995.

Perbedaan umur dan generasi tentu saja membuat pola pikir dan tingkah laku kaum millennial sangat berbeda dengan generasi pendahulu mereka.

Bukan sekadar persepsi dan aspirasi karier yang berbeda, hard skill dan soft skill milenial pun diakui sangat unik dan beragam.

Sehingga, perlu penanganan khusus untuk memaksimalkan potensi generasi milenial di dunia kerja.

Dirangkum AyoJakarta.com dari berbagai sumber, ada beberapa karakter dari generasi milenial yang kehidupannya tampak lebih fleksibel dan identik dengan teknologi sebagai berikut:

Baca Juga: Tren Aktivitas Generasi Milenial dengan Sepeda Motor

1. Lebih Menyukai Entrepreneur

Karakteristik generasi milenial yaitu mereka cenderung tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur.

Fakta ini relevan dengan hasil survei bertajuk Indonesia Millennial Report yang dilakukan IDN Research Institute dengan Alvara Research Center.

Survei tersebut menyebutkan, sebanyak 55,4 persen milennial mengaku ingin punya usaha sendiri.

Artinya tujuh dari 10 millennial memiliki jiwa pebisnis.

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh hasil penelitian Sea Group kepada 14.000 anak muda Indonesia.

Survei itu menyebutkan, 24% responden menginginkan punya bisnis sendiri; 17% bekerja di pemerintahan; 16,5% ingin melanjutkan usaha keluarga; dan 3,2% ingin bekerja di rintisan start-up.

2. Menyenangi Pekerjaan yang Fleksibel

Karakteristik generasi milenial yaitu mereka menyenangi pekerjaan yang fleksibel.

Artinya, generasi milenial lebih menyenangi pekerjaan yang tidak menuntutnya untuk selalu berada di kantor.

Generasi milenial juga sudah terbiasa dengan teknologi canggih untuk dapat bekerja kapanpun dan dimanapun melalui koneksi internet.

Sehingga mereka lebih tertarik untuk bekerja dengan cara remote daripada terus-terusan berada di kantor dari pagi hingga sore.

Baca Juga: Maskapai Baru Super Air Jet Resmi Kantongi Izin Terbang, Incar Kaum Milenial

3. Mementingkan Work-Life-Balance

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya bahwa generasi milenial ini lebih memprioritaskan keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi dibandingkan generasi sebelumnya.

Mereka cenderung memilih pekerjaan yang lebih fleksibel secara kondisi dan jam kerja.

Sehingga mereka bisa memiliki lebih banyak waktu luang bersama teman, keluarga atau untuk mengembangkan hobi.

4. Mementingkan Pengembangan Diri (Self-Development)

Karakteristik yang kedua masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yaitu lebih mementingkan pengembangan diri (self-development).

Hasil penelitian Aalto University School Of Business menyebutkan, generasi milenial menganggap pengembangan diri secara personal dan profesional merupakan hal yang lebih penting dalam pekerjaan.

Generasi milenial juga menyukai hal baru, namun kurang dapat fokus untuk mendalami semuanya.

Mereka akan memilih pelatihan online, di mana ia bisa mengatur sendiri porsi keahlian yang bisa dikuasainya, ketimbang mengikuti pelatihan terpusat selama beberapa waktu.

5. Lebih Suka Dekat dengan Sosial Media

Salah satunya adalah generasi milenial menjadikan sosial media sebagai sarana informasi dan komunikasi.

Kecenderungan membaca secara konvensional menurun dan beralih ke platform digital sebagai sumber bacaan.

Selain itu, generasi ini juga lebih memilih ponsel mereka dibanding televisi.

Tren ini juga terlihat di kalangan mahasiswa milenial.

Sosial media menjadi pusat informasi dan komunikasi yang sangat kuat, mendukung aktivitas kuliah dan kehidupan sehari-hari.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Fathul Amanah