Sehat

Mengenal Perbedaan Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa

Oleh: Admin Senin 23 Mei 2022, 14:30 WIB
Ilustrasi Hepatitis Akut.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Indonesia saat ini tengah menaruh perhatian besar pada hepatitis akut misterius. Sejauh ini tercatat sudah ada 14 kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia, enam di antaranya meninggal dunia.

Namun demikian, belum banyak yang memahami benar perbedaan hepatitis akut dan hepatitis biasa yang sudah ada sebelumnya.

Melansir dari @himedikdotcom Senin (23/5/2022) Hepatitis biasa disebabkan oleh infeksi virus hepatitis ke dalam tubuh manusia. Di sisi lain, hepatitis akut terdeteksi berasal dari adanya infeksi adenovirus yang masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara.

Baca Juga: Hepatitis Misterius Mewabah, Mungkinkah Varian Baru SARS-CoV-2 Penyebabnya?

Meski disebabkan oleh virus yang berbeda, namun gejala yang muncul akan sangat mirip. Misalnya saja demam, kelelahan, pusing, tidak enak badan, dan menurunnya nafsu makan.

Penyakit hepatitis di berbagai jenis yang sudah dikenali sebelumnya memang ada sejak lama. Meski penyebarannya masih cukup masif, namun status dari WHO untuk penyakit ini cenderung standar saja.

Pada sisi lain hepatitis akut sudah masuk dalam golongan Kejadian Luar Biasa karena dapat menyerang anak-anak dan efeknya sangat serius.

Baca Juga: Kemenkes Klaim Anak yang Terkena Hepatitis Sebagian Besar tak Vaksinasi

Hepatitis biasa, seperti tipe A, B, C, D, dan E, bisa dengan mudah dideteksi dengan tes yang sudah ada sekarang ini. Sialnya untuk hepatitis akut, deteksi yang dilakukan tidak memberikan hasil apapun. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan upaya tes, penderita hepatitis akut tidak menunjukkan hasil positif pada rangkaian tes yang dilakukan.

Tentu ini jadi tantangan besar, karena dengan sulitnya deteksi hepatitis akut maka penanganan yang dilakukan juga cenderung akan lebih kompleks.

Baca Juga: Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui Terkait Wabah Hepatitis Misterius  

Menjadi pemahaman umum mengenai asal muasal hepatitis biasa yang sudah ada dalam waktu lama. Namun hepatitis akut, hingga saat artikel ini ditulis, belum dapat dipastikan asalnya. Penelitian yang dilakukan belum menemukan keterkaitan dengan faktor lain yang bisa jadi penyebab atau bocoran cara mengobatinya.

Reporter Admin
Editor Rahajeng Pramesi