JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Tekanan darah tinggi atau hipertensi jarang sekali menunjukkan gejala yang jelas. Anda harus waspada karena Hipertensi bisa menyebabkan komplikasi serius.
Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer.
Adapun komplikasi serius akibat tekanan darah tinggi adalah serangan jantung dan stres. Maka dari itu seseorang harus memperhatikan gejalanya dan menghindari pemicu tekanan darah tinggi.
Melansir @himedikdotcom Senin (7/3/2022) selain gaya hidup, stres juga bisa menjadi salah satu penyebab tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Manfaat Kunyit sebagai Antioksidan hingga Turunkan Efek Hipertensi
Meskipun stres tidak dapat dihindari, ada beberapa jenis stres yang bisa mempengaruhi tekanan darah.
Banyak faktor gaya hidup yang dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah, termasuk seberapa stres yang Anda rasakan.
Stres ini bisa berupa berada di bawah tekanan di tempat kerja, mengurus anak, atau mengkhawatirkan tagihan.
Regina Giblin, perawat jantung senior di British Heart Foundation, menjelaskan bahaya stres dan cara mengelolanya.
Baca Juga: Mitos Keliru tentang Hipertensi, Kamu Harus Tahu!
Menurut Regina, semua orang pasti pernah stres dari waktu ke waktu. Hal itu pun sangat normal jika tekanan darah meningkat ketika stres.
Setelah stres berlalu, tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Namun, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat merusak jantung, organ utama, dan arteri.
Kerusakan ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung dan peredaran darah. Regina menjelaskan, ada dua jenis stres berbeda yang dikenal sebagai stres akut dan stres kronis.