Sehat

Melahirkan Lewat Surogasi Ala Priyanka Chopra, Bagaimana Hukumnya di Indonesia?

Oleh: Redaksi Minggu 23 Jan 2022, 12:17 WIB
Ilustrasi kehamilan.

JAKARTA, AYOJAKARTA- Baru-baru ini medsos dihebohkan dengan kabar pasangan selebriti dunia Priyanka Chopra dengan Nick Jonas yang memutuskan memiliki anak lewat Surogasi atau Ibu Pengganti.

Surogasi biasanya digunakan oleh pasangan yang ingin mempunyai anak, namun terkendala oleh masalah kesuburan, masalah kesehatan, atau alasan pribadi. 

Surogasi merupakan metode reproduksi berbantu di mana proses kehamilan dan kelahiran janin dari pasangan akan dijalani oleh perempuan lain yang menjadi ibu pengganti.

Lalu bagaimana hukum Surogasi dari sudut pandang di Indonesia?

Baca Juga: Kandungan Skincare yang Perlu dihindari oleh Ibu Hamil

Melansir Republika Minggu (23/1/2022) berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia, surogasi hukumnya haram.

Bukan saja karena dianggap mendahului kehendak Allah SWT, tetapi banyak mudarat lainnya, termasuk soal nasab anak dan warisan.

Anak yang lahir dari sewa rahim akan dianggap sebagai anak di luar nikah. Itu karena ibu yang melahirkannya tidak memiliki hubungan yang sah dengan sang ayah.

Selain itu, Surogasi memiliki beberapa risiko yang patut diwaspadai oleh semua pihak yang terlibat.

Pada embrio, risiko yang mungkin terjadi pada proses surogasi adalah kegagalan pada fase preimplantasi, prenatal, dan neonatal.

Selain itu, ada berbagai prosedur medis kompleks yang harus dilakukan dalam surogasi. Calon ibu harus menjalani stimulasi ovarium untuk memanen sel telur, siklus bayi tabung atau IVF, hingga tahap laboratorium genetik.

Baca Juga: Aurel Hamil, Anang Hermansyah Bagi-bagi 7,5 Ton Beras

Kesuksesan surogasi tak hanya dipengaruhi oleh faktor ibu pengganti, tetapi juga sperma dan sel telur dari pasangan yang menjalani program surogasi.

Indonesia masih melarang praktik sewa rahim atau surogasi tersebut.

Ahli embriologi Harris Harlianto yang juga kepala Lab IVF Bandung Fertility Center, Jawa Barat mengemukakan Surrogate Mother atau ibu pengganti yang rahimnya disewa untuk kehamilan tentunya akan mengalami dampak medis layaknya perempuan hamil.

Ibu pengganti pun memiliki risiko yang sama seperti ibu hamil lainnya.

"Dari kondisi normal jadi hamil, perempuan tentu mengalami perubahan hormonal, banyak ketidaknyamanan kalau hormonnya berubah," ucapnya.

Melansir Times Now News, asupan nutrisi ibu pengganti selama masa kehamilan merupakan faktor penting yang perlu dijaga. Asupan nutrisi yang tak mencukupi dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungan dan juga kesehatan ibu pengganti.

Baca Juga: Klarifikasi Rizky Billar Soal Lesty yang Dituduh Hamil Duluan

Kekurangan protein misalnya, bisa mempengaruhi berat badan bayi saat dilahirkan. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental ibu pengganti juga harus diperhatikan.

Stres pada ibu pengganti yang tak terkelola dengan baik bisa memberi dampak buruk bagi kehamilan. Studi neonatal menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami kecemasan tinggi saat kehamilan cenderung lebih menangis berkepanjangan dalam tujuh bulan pertama kehidupan mereka.

Kondisi kesehatan mental yang lebih buruk juga bisa terjadi bila masalah ini tak ditangani dengan baik saat ibu pengganti menjalani kehamilan.

Beberapa teknik menenangkan seperti yoga dan meditasi bisa membantu ibu pengganti merasa tenang dan bahagia selama menjalani kehamilan.

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi