TEBET, AYOJAKARTA.COM - Melansir Arab News, pemimpin tim vaksin Oxford Sir John Bell menyatakan, uji coba vaksin Covid-19 yang dikembangkan pihaknya bersama AstraZeneca memasuki tahap 90% pengujian. AstraZeneca diduga berkejaran dengan Pfizer dalam pembuatan vaksin Covid-19.
Dugaan muncul setelah perusahaan obat AS Pfizer mengumumkan uji coba vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama BioNTech Jerman mencapai tingkat keberhasilan hampir 90%. Kabar baik bagi Pfizer ini membuka jalan untuk perizinan dan distribusi.
Para ahli mengatakan pengumuman Pfizer telah meningkatkan harapan lusinan vaksin potensial lainnya yang saat ini sedang diujicobakan dapat segera memberikan hasil positif yang serupa.
"Data dari analisis sementara pertama kami juga kemungkinan besar akan tersedia dalam waktu dekat. Maksud saya adalah beberapa minggu lagi, bukan berbulan-bulan," kata Bell, Jumat (13/11/2020).
AYO BACA : Bio Farma Ikut Produksi Vaksin untuk Dunia
Pemimpin vaksin Covid-19 lanjutan yang dikembangkan tim di Imperial College London, Robin Shattock, optimistis dengan hasil penelitian Oxford. Ia mengatakan, dengan dukungan data, maka ini tidak hanya merupakan terobosan potensial untuk Pfizer dan BioNTech, tetapi juga untuk vaksin secara umum
"Mudah-mudahan ini adalah yang pertama dari banyak kandidat vaksin yang terlihat bekerja. Ini titik terang yang signifikan di ujung terowongan pencarian vaksin," ujar Shattock.
Sementara itu, Wakil Kepala Petugas Medis pemerintahan Inggris, Jonathan Van-Tam, meyakini para peneliti di Oxford dapat membawa titik terang vaksin Covid-19.
"Ini adalah pencapaian yang sangat besar. Lebih penting lagi, ini adalah kabar baik bagi banyak vaksin yang akan datang," ucap Jonathan Van-Tam.