Sehat

2020 Indonesia Bebas Komestik Bermerkuri, tapi Waspadai Hidrokuinon dan Streoid

Oleh: Admin Jumat 18 Sep 2020, 08:36 WIB
Ilustrasi krim pemutih wajah (shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pengamat kosmetik dr Anggind G Andromeda mengatakan, ada kabar baik bagi Indonesia di tahun 2020, yakni komestik terbebas dari kandungan berbahaya merkuri.

Hal ini lantaran dokter yang juga YouTuber itu tidak lagi menemukan produk kosmetik bermerkuri.

AYO BACA : Waspada!!! Muncul Mafia Skincare, Begini Penjelasannya

"Sebenarnya saat ini merkuri sudah susah didapatkan, kalau dulu beberapa tahun ke belakang masih ada, 2020 saya nggak pernah menemukan skin care bermerkuri, ini juga karena pemerintah berusaha mengurangi produk bermerkuri," ujar dr Anggind dalam acara Talkshow Webinar 'Stop Kosmetik Bermerkuri', Rabu (16/9/2020).

Alih-alih merkuri di produk kosmetik, justru dokter asal Jember itu kini banyak menemukan zat berbahaya lain dalam kosmetik, yaitu hidrokuinon (hydroquinone) dan streoid yang membahayakan si pemakainya.

AYO BACA : Wajib Tahu! Ini Bahan Berbahaya yang Biasa Terkandung dalam Komestik

"Saat ini saya menemukan kosmetik mengandung hydroquinone sama steroid, jadi kalau di Indonesia bebas merkuri insyallah 2020 ini sudah terjadi, menurut yang saya amati saat ini," terang dr Anggind.

Sama seperti merkuri yang memberikan hasil putih instan tapi berbahaya, hydroquinone juga sejenis obat pemutih yang kini banyak terkandung dalam kosmetik. Hydroquinone bekerja menghancurkan enzim tyrosinase, enzim yang bekerja menghasilkan banyak pigmen kulit dan membuat kulit lebih gelap.

Hydroquinone adalah kategori obat dan bukan sebagai produk kosmetik pemutih kulit, jika digunakan dengan dosis tidak tepat, efek jangka panjang obat ini bisa mengiritasi kulit, terbakar, merah, kulit kering bahkan bisa membuat kehitaman kulit secara permanen.

Sedangkan steroid atau yang dikenal kortikosteroid juga sama seperti hydroquinone yang masuk kategori obat anti peradangan di tubuh, bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh kapiler dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Dokter biasanya meresepkan obat ini secara ketat untuk mengobati masalah kulit berjerawat dermatitis, alergi, dan iritasi bukan sebagai produk kosmetik. Efek putih dari zat steroid tidak lain karena terjadinya hipopigmentasi, kondisi kulit yang kekurangan zat pewarna alami kulit atau pigmentasi.

AYO BACA : Hindari 3 Bahan Berbahaya Ini dalam Produk Skincare

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono