AYOJAKARTA.COM - Hepatitis adalah penyakit peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun, penggunaan obat-obatan tertentu, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Yang paling umum ditemukan adalah hepatitis virus dengan lima jenis utama yaitu A, B, C, D, dan E, dimana masing-masing memiliki cara penularan dan tingkat keparahan yang berbeda.
Hepatitis A dan E biasanya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sementara hepatitis B, C, dan D menular melalui darah dan cairan tubuh.
Kabar baiknya, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi hepatitis B di Indonesia berhasil turun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023.
Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan karena hepatitis sering tidak bergejala di tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi hingga kondisinya semakin parah.
Gejala hepatitis terbagi menjadi dua kategori yang perlu kamu pahami dengan baik.
Gejala umum hepatitis virus meliputi:
1) Mudah lelah dan lemas yang tidak kunjung membaik meski sudah istirahat
2) Mual dan muntah terutama di pagi hari
3) Nafsu makan menurun drastis
4) Demam ringan yang datang dan pergi
5) Nyeri perut bagian kanan atas yang terasa tumpul atau menusuk.
Sedangkan gejala yang lebih spesifik dan menandakan kondisi sudah lebih serius adalah:
1) Kulit dan mata menguning (jaundice) akibat penumpukan bilirubin
2) Warna urine gelap seperti teh pekat
3) BAB pucat atau berwarna seperti dempul
4) Nyeri sendi atau otot yang berkepanjangan
5) Perut terasa penuh, kembung, atau begah terus-menerus.
Kombinasi gejala-gejala ini, terutama yang melibatkan perubahan warna kulit, mata, dan urine, merupakan tanda bahwa fungsi hati sudah terganggu dan memerlukan penanganan medis segera.
Jakarta sebagai ibu kota telah menyediakan layanan kesehatan hepatitis yang lengkap dan mudah diakses melalui puskesmas dan RSUD.
Layanan yang tersedia meliputi:
1) Skrining Hepatitis - pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis, termasuk tes HBsAg untuk hepatitis B dan anti-HCV untuk hepatitis C
2) Vaksinasi Hepatitis B - program imunisasi gratis terutama untuk bayi baru lahir sebagai bagian dari program imunisasi dasar lengkap, serta vaksinasi catch-up untuk anak dan dewasa yang belum pernah divaksin
3) Konsultasi dan Rujukan Pengobatan - layanan konseling medis untuk edukasi pasien dan keluarga, serta sistem rujukan ke rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus yang memerlukan terapi khusus.
Penting diingat bahwa hepatitis akut seperti hepatitis A umumnya dapat sembuh sendiri dengan pengobatan suportif, namun hepatitis kronis seperti hepatitis B dan C memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati.
Deteksi dini sangat krusial karena pengobatan yang tepat waktu dapat mencegah kerusakan hati permanen dan meningkatkan kualitas hidup penderita secara signifikan.***