Sehat

Ini Jenis Masker Wajah Terbaik untuk Melindungi Penyebaran Covid-19

Oleh: Admin Rabu 26 Agu 2020, 15:41 WIB
Ilustrasi (ist)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Sejak pandemi Covid-19, berbagai lembaga dan badan kesehatan di dunia telah merekomendasikan penggunaan masker wajah untuk membatasi penyebaran virus corona.

Dilansir dari Healthline, karena tidak ada cukup peralatan pelindung diri untuk keperluan medis, banyak orang yang menjahit masker kain mereka sendiri atau hanya menggunakan bandana.

Meskipun dipahami bahwa cara perlindungan tersebut lebih baik daripada tidak sama sekali, namun belum banyak informasi tentang keefektifan masker buatan sendiri ini.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan di jurnal ilmiah Physics of Fluids dari AIP Publishing, menyoroti bagaimana bahan dan konstruksi masker wajah dapat memengaruhi keefektifannya.

“Semua instansi kesehatan utama kini telah mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat umum untuk menggunakan semacam penutup wajah, tetapi tidak ada pedoman yang jelas tentang jenis bahan atau desain yang harus digunakan,” jelas Siddhartha Verma, PhD, dari studi tersebut.

Pedoman penggunaan masker

AYO BACA : Tips Mengajak Anak Menggunakan Masker

Dr Teresa Amato, direktur pengobatan geriatrik darurat di Northwell Health, mengatakan kepada Healthline bahwa meskipun para ahli berusaha keras untuk memahami pandemi ini, penggunaan masker tidak perlu diperdebatkan dalam hal mengurangi penularan.

“Jika Anda terinfeksi dan Anda memakai masker, Anda akan mengurangi kemungkinan penularan. Anda memakainya untuk melindungi orang-orang di sekitar Anda dan Anda juga memakainya untuk melindungi diri Anda dari penularan. Sangat penting untuk ditekankan bahwa lebih banyak orang yang memakai masker akan menurunkan transmisi secara keseluruhan," ujarnya.

Untuk masker tertentu, jenisnya bisa berkisar dari bandana lipat sederhana, masker kain yang dijahit tangan, hingga masker respirator N95.

Meskipun masker N95 memberikan tingkat perlindungan yang tinggi, masker tersebut bukanlah pilihan yang realistis bagi kebanyakan orang, karena diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Amato juga menunjukkan bahwa mereka bukanlah pilihan untuk masyarakat umum.

"Masker N95 perlu dipasang, dan pemakainya harus diuji kesesuaian untuk memastikannya terpasang dengan benar. Kalau tidak, mengenakan masker tersebut sebenarnya tidak terlalu berguna,” jelas Amato.

Verma dan timnya berusaha mencari tahu masker non-N95 mana yang paling efektif. Dia mengatakan bahwa masker yang paling sederhana, baik bandana atau sapu tangan, sebenarnya tidak efektif.

AYO BACA : Panduan Penggunaan Masker untuk Anak: Usia 12 Tahun Wajib Masker Seperti Orang Dewasa

“Saya sedikit terkejut melihat seberapa banyak kebocoran bisa terjadi melalui bandana dan sapu tangan lipat yang kami uji, bahkan melalui beberapa lipatan kain katun,” katanya.

Akhirnya, Verma dan rekan-rekannya menentukan bahwa masker buatan sendiri yang paling efektif adalah yang dilengkapi dengan banyak lapisan kain quilting sebagai filter. Selain itu, masker berbentuk kerucut juga bekerja dengan baik.

“Kapas quilting, dengan dua lapisan yang dijahit menjadi satu, ternyata merupakan yang terbaik dalam efektifitasnya,” kata Verma.

“Untuk meminimalkan kemungkinan penularan, penting untuk menggunakan masker yang terbuat dari kain tenun rapat berkualitas baik, serta desain masker yang memberikan segel yang baik di sepanjang tepinya tanpa menimbulkan ketidaknyamanan.”

Amato mengatakan pilihan masker lain yang berguna adalah masker bedah sederhana.

“Awalnya, kami berpegang pada itu khusus untuk petugas kesehatan, tapi sekarang kami memiliki persediaan yang baik,” katanya.

“Mungkin yang paling nyaman dipakai. Mereka sangat ringan dan memiliki perlindungan yang baik." (Fariza Rizky Ananda)

AYO BACA : Wajib Tahu! 7 Aturan Penggunaan Masker yang Benar

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono