TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah kondisi seseorang secara fisik, namun juga mental. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua yang memiliki anak dalam masa pertumbuhan.
Pasalnya, secara tidak langsung, pandemi membuat anak-anak mengurangi interaksi sosial yang seharusnya dapat mereka lakukan.
Melansir ABS-CBN News pada Sabtu (22/8/2020), Dr Jacqueline Navarro, seorang psikiater dan dokter anak mengungkapkan adanya kemungkinan seorang anak dan remaja bisa menghadapi kondisi kesehatan mental karena pandemi.
Hal ini dapat terjadi karena kurangnya interaksi dengan teman-teman sebaya. Padahal, di mana pun seorang anak berada, biasanya ia melakukan interaksi dengan teman lainnya.
AYO BACA : Tips Mengajak Anak Menggunakan Masker
Jika orang tua membiarkan kondisi anak yang merasa sendiri dan cemas, nantinya kondisi ini berujung pada kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi atau kecemasan.
Navarro pun menjelaskan ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan para orang tua untuk memastikan kebutuhan sosial anak terpenuhi.
1. Komunikasi
Selalu peduli dengan anak melalui cara mengecek kondisinya dalam beberapa jam sekali. Ketika hendak berbicara dengan anak, kamu bisa dengarkan keluh kesahnya dan biarkan ia mengatakan apa yang diinginkan.
AYO BACA : Panduan Penggunaan Masker untuk Anak: Usia 12 Tahun Wajib Masker Seperti Orang Dewasa
2. Hubungan
Hubungan positif antara orang tua dan anak adalah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan anak. Lakukan aktivitas bersama baik offlline dan online. Beberapa pilihannya ada membaca buku,berolahraga, makan bersama atau bermain video game serta memasak bersama.
3. Rutinitas
Seorang anak memiliki kondisi emosional yang belum terkendali dengna baik. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan anak-anak menjalani rutinitas secara runut dan fleksibel. Ajarkan anak untuk mengetahui aktivitas yang sesuai dengan waktunya, contohnya waktu tidur.
Jika ketiga aspek tersebut tidak bisa terjalankan dengan baik, Navarro menyarankan orang tua untuk menghubungi tenaga professional. Pada intinya, anak masih membutuhkan orang tua untuk membuat rasa aman di tengah situasi pandemi seperti ini.
AYO BACA : Tips Parenting yang Baik saat Pandemi, Sesuai Jenjang Umur Anak