Sehat

Tips untuk Milenial Hadapi Titik Balik Kehidupan ala Analisa Widyaningrum

Oleh: Admin Minggu 19 Jul 2020, 09:10 WIB
[ilustrasi] Situasi pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi mental seseorang.

SOLO, AYOJAKARTA.COM -- Saat ini isu dengan kesehatan mental sering dibicarakan kalangan masyarakat, terutama kaum milenial. Situasi pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi mental seseorang.

 

Pendapat tersebut disampaikan seorang psikolog Analisa Widyaningrum terkait kaum milenial yang tengah menghadapi pandemi Covid-19.

 

“Masa remaja yang biasanya menjadi proses pencarian jati diri menjadi terhambat akibat dari kondisi saat ini. Akibatnya stres menjamur di kalangan milenial,” kata Psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut dalam webinar saat menjelaskan topik ”There are blessings in disguise”, Jumat (17/7/2020).

Webinar yang diselenggarakan Sentra Kegiatan Islam (SKI) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertajuk Metamorfosa XI berlangsung melalui Zoom Clouds Meeting mengangkat tema Mental Health Matters: Mengupas Titik Balik dalam Diri

Analisa menjelaskan, turning point atau titik balik menjadi sebuah periode yang dialami oleh seseorang ketika terjadi transformasi besar dalam menentukan pandangan tentang diri. Transformasi ini terjadi secara bertahap dan prosesnya berbeda-beda.

“Sering ditemui dalam proses ini adanya perbedaan gap kondisi realistis dan kondisi ideal. Salah satu dampak pada periode tersebut ialah munculnya stres pada seseorang. Terkadang titik balik terjadi setelah situasi yang tidak diharapkan,” jelasnya.

How you push back after the difficult time, menjadi satu pesan yang diselipkan Analisa saat menceritakan kisah turning point di hidupnya. Ketika mengalami kekecewan dan kegagalan bukan berarti segala sesuatunya telah selesai.

“Tetapi di sanalah terdapat kesempatan yang mampu menjadikan kita tangguh dan lebih kuat di masa yang akan datang, tentu jika disikapi dengan cara yang tepat,” imbuhnya.

Proses seseorang bertemu dengan titik balik dalam hidupnya ini akan berbeda cara dan waktu. Tidak selalu di umur sekian, seseorang akan menemukan titik baliknya atau tidak selamanya pemenang adalah mereka yang pertama.

Pendiri Analisa Personality Development Center (APDC) ini mengatakan hidup ini seperti marathon. Yang bisa bertahan dialah yang akan menang. Ditanamkan pula bahwa semuanya adalah pemenang sehingga tidak perlu terlalu cemas dan khawatir.

Analisa menyampaikan empat tips menghadapi titik balik hidup dengan benar. Pertama, miliki mindset berjuang dan tidak mudah menyerah dengan keadaan.

Kedua, ketika menemui fase depresi maka seseorang akan menemukan tiga pilihan yaitu menerima, move on atau menetap.

“Maka pilihlah move on dan bergeraklah untuk melakukan perubahan untuk diri sendiri. Ketiga, ubah stres menjadi teman dan terakhir, temukanlah tujuan hidup serta berdamai dengan situasi,” tuturnya.

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono