MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Tubuh kita tidak mengonsumsi cairan dan makanan lebih dari 12 jam selama berpuasa. Akibatnya, kulit akan terasa kering.
Mencukupi kebutuhan air adalah kunci utama menjaga kelembapan kulit. Tapi bagaimana kalau sedang berpuasa?
Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Arini Astasari Widodo, SpKK mengingatkan agar kita langsung minum air putih saat berbuka puasa. Ingat, hanya air putih dan tidak disarankan mengonsumsi teh ataupun kopi.
"Teh dan kopi merupakan diuretik atau menarik air, sehingga lebih banyak keluar ke air seni. Untuk hidrasi lebih baik menggunakan air putih," ujar dr. Ariani dalam diskusi online, Jumat (8/5/2020).
Dokter yang berpraktik di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat ini mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan cairan per hari yang berbeda. Hal ini bergantung dengan kondisi tubuh serta aktivitas yang dilakukannya.
"Bisa cek internet terdapat water intake calculator yang dapat membantu, seperti https://goodcalculators.com/water-intake-calculator/," ungkapnya.
"Apabila kebutuhan air kita telah terpenuhi, kondisi dehidrasi kulit dapat diperbaiki," katanya.
Selain cairan tubuh, tak kalah penting untuk memakai pelembap untuk menjaga kelembapan kulit dari luar selama ibadah puasa. Cara pakainya minimal 2 kali setiap hari, sehabis mandi.
"Apabila kering, dapat dioleskan lagi. Penggunaan pelembap dapat memperbaiki kulit. Apabila barrier kulit kita baik, allergen, iritan, dan kuman akan lebih sulit untuk masuk, sehingga dapat mencegah kejadian alergi, iritasi, maupun infeksi," tutupnya.