Sehat

Kiat Sahur dan Berbuka Puasa Makin Optimal dari Ahli Gizi

Oleh: Admin Kamis 23 Apr 2020, 10:15 WIB
Ilustrasi makanan sehat dan bergizi

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Umat Muslim di seluruh dunia akan segera menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh selama bulan Ramadan. 

Ketika berpuasa, Muslim hanya akan makan saat sahur di pagi hari dan berbuka saat petang.

Pada dua waktu tersebut, nutrisi optimal harus terpenuhi dengan makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap sehat dan tidak lemas.

Ahli gizi dokter Tan Shot Yen mengatakan, sahur merupakan waktu yang tepat untuk tubuh 'mengisi bensin'. Tubuh diibaratkan seperti mesin kendaraan yang akan berjalan baik jika diisi dengan 'bensin' yang tepat.

"Sahur adalah bicara tentang "ngisi bensin" sebelum mesinnya jalan 12 jam lebih. Kalau bensinnya salah, mesinnya rusak bukan?" kata Tan, Senin (20/4/2020). 

Tan menyarankan, porsi makan bisa mengikuti arahan 'Isi Piringku' dari Kementerian Kesehatan yang dirilis sejak 2017 lalu. Komposisi makanan di piring harus mencakupi lauk pauk, buah-buahan, serta didominasi makanan pokok juga sayuran. 

Selain itu bisa juga diimbangi dengan minum air mineral minimal delapan gelas perhari, aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dan rajin mencuci tangan.

Sementara waktu berbuka puasa jangan dijadikan ajang 'balas dendam' hingga kalap menyantap apa pun. Tan menyarankan, saat berbuka sebaiknya minum air mineral atau air kelapa muda serta buah. 

Sebaiknya hindari berlebihan buka puasa dengan makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. 

"Bukan mendongkrak gula darah lekas-lekas. Sangat tidak bijak. Insulin akan ikut melejit dan itu alasan kenapa Ramadan belum usai, muncul penyakit baru. Minimal berat badan naik tak terkendali," jelasnya.

Selain itu, makanan manis akan membuat cepat kenyang. Sehingga makan pokok justru jadi terbengkalai, tambah Tan.

Ia menambahkan, jangan terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan. Sebab yang dibutuhkan tubuh sebenarnya kandungan lemak baik bukan minyak berlebih yang terdapat pada gorengan. 

"Lemak sehat ada di telur, kacang-kacangan, ikan laut, alpukat tapi bukan di jus. Bahkan kelapa punya lemak sehat, kelapa muda tanpa sirop atau kelapa dibuat urap," tutupnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria