AYO BACA : Sedang Pandemi, Anggota DPRD Tangsel Malah Kunker
AYO BACA : 5 Komunitas Gandeng PWI Peduli Salurkan 1.000 APD
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Memiliki luka batin yang dalam atas peristiwa hidup, membuat seseorang kadang kurang mengenali dirinya. Self Talk atau berbicara dengan diri sendiri menjadi hal yang perlu untuk mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi dan dibutuhkan diri.
Self Talk bukan hal yang aneh, melainkan hal yang dibutuhkan untuk memulihkan luka batin. Termasuk, meluapkan emosi kesedihan, semeskinya tidak perlu terlalu dikontrol.
Hypnotherapist Nabila Ghasanni, mengatakan, mengobrol dengan diri sendiri diperlukan untuk mengenal pribadi lebih dalam. Kegiatan ini juga baik dilakukan saat seseorang sedang menghadapi suatu masalah.
"Dengan ngobrol sama diri sendiri nanti kita akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Kita akan tahu sedihnya itu karena apa, kenapa merasa tidak enak," kata Nabila dalam bincang-bincang bersama Yura Yunita di YouTube dikutip Rabu (15/4/2020).
Mengobrol dengan diri sendiri juga merupakan bagian dari mengontrol emosi. Menurut Nabila, mengontrol emosi bukan berarti mengabaikan perasaan, justru rasa sedih dan marah harus dihadapi dan diekspresikan.
"Banyak orang pengin banget mengontrol emosi, padahal enggak apa-apa, dinikmati, dirasain, diungkapin aja. Kalau sedih, sedih aja enggak apa-apa," jelas Nabila.
Perasaan sedih harus disalurkan, contohnya bisa diekspresikan melalui tulisan. "Jadi kalau marah, jangan marahnya diekspresikan ke orangnya langsung, itu malah akan bikin masalah baru. Gali ke dalam diri kita apa penyebabnya, selftalk," lanjutnya.
AYO BACA : PSBB Depok Tak Ada Penutupan Jalan