Sehat

Ini Risiko Hirup Abu Vulkanik

Oleh: Admin Sabtu 11 Apr 2020, 15:04 WIB
Letusan Anak Krakatau pada Jumat (10/4/2020) petang. (Dok: PVMBG)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Indonesia kembali dihadapkan pada situasi aktifnya beberapa gunung berapi. Salah satunya yakni Gunung Anak Krakatau yang baru saja meletus dan membentuk kolom abu vulkanik hingga ketinggian 500 meter. Gunung tersebut dilaporkian meletus Jumat (10/4/2020), sekitar pukul 22.35 WIB.

Dari hasil pengamatan pun terungkap kolom abu itu berwarna kelabu, dengan durasi semburan selama 38,4 menit. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong mengarah ke arah utara.

Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau berstatus Level II atau waspada dengan konsekuensi. Warga pun tidak boleh mendekat dalam radius 2 kilometer.

AYO BACA : Lonjakan Permintaan Kebutuhan Pokok Selama PSBB Sudah Diantisipasi

Hindari Menghirup Abu Vulkanik

Abu vulkanik cenderung memiliki partikel yang lebih ringan secara kasat mata. Namun abu vulkanik sebenarnya sangat padat, kira-kira lima sampai enam kali lipat dari air hujan.

Dilansir dari Forbes, secara umum menghirup abu vulkanik akan menjadi penyebab utama mematikan bagi beberapa orang. Saat terhirup, abu vulkanik itu dapat merusak bagian dalam bronkiolus, alveoli dan kapiler.

AYO BACA : Tanpa Kepastian, Kapan Perpres Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Terbit?

Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan silikosis, penyakit yang berpotensi menimbulkan bekas luka permanen pada paru-paru Anda.

Jika abu jatuh ke dalam persediaan air dan orang meminumnya, kondisi menyakitkan yang sama juga dapat memengaruhi sistem pencernaan mereka.

Ada beberapa aerosol beracun yang terperangkap di dalam sebagian besar abu vulkanik, termasuk hidrogen sulfida, sulfur dioksida, dan asam klorida dan hidrofluorik.

Yang paling terasa, abu vulkanik bisa menyebabkan sesak napas dan batuk yang berlebihan. Dalam hal sistem pernapasan tubuh manusia, Anda mungkin mendapatkan bronkitis.

Selain itu, cukup banyak zat korosif ini dapat menyebabkan mata Anda mulai berdarah, dan kornea Anda bisa menjadi lelah, yang membuat konjungtivitis lebih mungkin terjadi.

AYO BACA : Warga Kepulauan Seribu Dapat Bantuan dari Anggota DPD

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati