Sehat

Pasien Sembuh Corona Miliki Antibodi Rendah

Oleh: Admin Sabtu 11 Apr 2020, 14:33 WIB
ilustrasi daya tahan tubuh. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Penelitian di China menyimpulkan sekitar sepertiga dari pasien yang berhasil sembuh dari virus Covid-19 justru memiliki tingkat antibodi sangat rendah dalam darahnya.

Peneliti Universitas Fudan di China ini menganalisis sampel darah dari 175 pasien yang menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai.

Mereka melibatkan semua pasien yang sudah pulih dari virus Covid-19. Hasilnya, sebanyak 30% pasien yang masih muda justru memiliki antibodi sangat rendah.

AYO BACA : RS Darurat Wisma Atlet Rawat 524 Orang, 369 Pasien Positif

Meski demikian, kadar protein akan meningkat seiring bertambahnya usia. Karena pasien yang berusia antara 60 hingga 85 tahun menunjukkan jumlah antibodi 3 kali lipat dari kelompok orang usia 15 hingga 39 tahun.

Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa terjangkit covid-19 sangat berbahaya, ketika memicu respons kekebalan yang ekstrem. Lalu orang berusia 70 tahun ke atas lebih berisiko meninggal dunia.

Namun, protein ini tidak terdeteksi sama sekali dalam 10 pasien yang pernah dinyatakan positif terinfeksi dan akhirnya sembuh dari virus corona Covid-19. Sehingga para peneliti memeringatkan mereka berisiko terkena virus Covid-19 kedua kalinya.

AYO BACA : BMKG: Ada Gempa Sangat Lemah di Selat Sunda, Tapi Tidak Keluarkan Dentuman

Temuan para ilmuwan ini juga menunjukkan bahwa tes antibodi sangat diperlukan lebih jauh dalam menangani pasien virus corona Covid-19. Tetapi, tes antibodi ini masih menimbulkan perdebatan di Inggris.

Dikutip dari The Sun, profesor kedokteran dan penyakit menular di University of East Anglia di Norwich, Paul Hunter mengatakan, Inggris menunda tes antibodi karena alasan sensitifitas yang tinggi terhadap tes antibodi.

\"Jika banyak orang yang memiliki tingkat antibodi rendah terhadap virus corona, maka setiap tes komunitas perlu memiliki sensitivitas yang tinggi. Karena itu, Inggris masih menunda tes antibodi,\" kata Paul.

Saat seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, tubuh akan mulai membuat protein yang dirancang khusus sebagai antibodi yang melawan virus tersebut.

Setelah pulih, antibodi itu mengapung dalam darah selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Dengan begitu, tubuhnya akan mempertahankan diri seandainya terinfeksi virus corona Covid-19 lagi.

AYO BACA : Bahan Obat Herbal, Jamur Susu Harimau asal NTT Laris di Pasar Global

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati