Sehat

Risiko Makan Berlebih saat Physical Distancing

Oleh: Admin Selasa 07 Apr 2020, 13:24 WIB
ilustrasi makan banyak. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Di rumah aja bisa membuat seseorang melakukan berbagai kreatifitas baru untuk mengusir kejenuhan, atau sekadar mengisi waktu luang. Namun, tak sedikit yang terjebak  mengusir kejenuhan dengan makan berbagai menu tanpa mengontrol diri. Hal itu justru akan menjadi 'virus' baru bagi tubuh manusia.

Apapun alasannya, makan berlebihan tidaklah disarankan. Mengutip laman Asia One, Selasa (7/4/2020), ahli gizi Beatrice de Reynal mengatakan Anda justru seharusnya makan lebih sedikit selama physical distancing. Banyak godaan makanan enak berdatangan karena mengisolasi diri cenderung mengakses gambar makanan dengan fasilitas antar.

AYO BACA : Pemerintah Harus Kawal Alat Tes COVID-19 Buatan Lokal

"Aku tidak tahu apakah kita bisa keluar dengan pengalaman buruk ini, tapi kita jadi lebih gemuk," kata Beatrice.

Ahli gizi Jennifer Aubert berkata, dengan sedikitnya melakukan aktivitas fisik yang biasa kita lakukan, orang dewasa hanya mampu membakar paling banyak 400 kalori dalam sehari. Itulah mengapa kita harus mengurangi porsi makan dan bergerak sebanyak mungkin.

AYO BACA : Napi Dibebaskan Wong Cilik Kalang Kabut

Mereka yang panic buying atau membeli makanan dan memenuhi kulkas dengan makanan juga jadi memicu orang untuk makan banyak. Sendirian melawan tekanan stres, khususnya tentang bagaimana pekerjaan mereka bisa kembali setelah pandemi, membuat orang jadi lebih banyak makan.

"Makanan bisa jadi hiburan dan mudah untuk makan berlebihan ketika menghabiskan banyak waktu di rumah, terutama jika Anda suka memasak dan menghabiskan waktu," ungkap Aubert.

Maka, menurut para ahli, cara terbaik adalah memasak untuk diri sendiri, membuat jadwal makan teratur dan melakukan aktivitas fisik. Bahkan ini bisa jadi ampuh menurunkan berat badan kita.

"Kita sebenarnya memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan olahraga di rumah," katanya.

AYO BACA : Ditagih Cicilan Mobil, Pria di Bekasi Gantung Diri

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati