JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Memberi pemahaman kepada anak tentang virus corona (COVID-19) tentu bukan perkara mudah.
Apalagi jika anak masih berusia di bawah lima tahun. Dibutuhkan kreativitas orang tua agar informasi mudah dipahami anak.
Psikolog Universitas Indonesia, Rose Mini Agus Salim, menjelaskan cara mengedukasi anak tentang virus corona. Menurutnya, informasi yang diberikan kepada anak sebetulnya sama dengan yang diberikan kepada orang dewasa.
Bedanya, biasanya sang anak terus bertanya alasan mereka harus mengikuti aturan pencegahan virus tersebut. Untuk itu, perlu menggunakan media yang menarik serta mudah dipahami anak untuk menyampaikan pesan tentang COVID-19. Misalnya, menggunakan boneka atau video yang ramah anak.
"Kita bisa melakukan dengan cara yang sangat gampang, sangat mudah, yakni menggunakan boneka, video lucu atau menggunakan suatu yang bisa menjelaskan virus itu. Katakan kepada anak kalau kita dekati virus itu bisa bahaya. Itu dibuat oleh orang tuanya sendiri," kata Rose melalui telekonferensi dari kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020).
Kemudian, setelah anak memahami virus corona atau COVID-19, langkah selanjutnya adalah memberi edukasi tentang cara pencegahan. Dalam hal ini orang tua perlu memberi contoh cara pencegahan virus tersebut.
Misalnya, menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin mencuci tangan. Orang tua perlu memberikan contoh bagaimana cara mencuci tangan yang baik kepada anak. Jangan sampai hanya memberikan teori namun tidak mempraktikkan secara langsung.
"Ajarkan cara yang baik bagaimana cara mencuci tangan tidak hanya di taruh di bawah air keran kemudian beres. Ajarkan juga tentang kebiasaan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun sebaiknya jangan keluar rumah," jelasnya.
Orang tua juga harus mulai memberikan pemahaman kenapa tidak boleh keluar rumah, bersalaman, hingga berdekatan dengan orang lain atau jaga jarak. Jika tidak sengaja kontak langsung dengan orang lain, ajak anak untuk tidak menyentuh anggota tubuhnya, terutama bagian wajah. Kemudian ajak anak segera mencuci tangannya.
"Jika terpaksa bersalaman, kita harus cepat cuci tangan. tidak boleh pegang mata, hidung, semua yang ada di kepala kita khususnya mata hidung, mulut, mata dan sebagainya. Dengan begitu, mereka tahu kalau tangannya belum dicuci, sebaiknya tidak memegang," terang Rose.
Rose menambahkan, menciptakan kegiatan yang menyenangkan di rumah juga akan membuat anak betah. Jadi, orang tua tidak perlu mengajak anak pergi ke mal atau objek wisata. Dalam situasi krisis kesehatan seperti ini, peran orang tua sangat dibutuhkan agar kondisi psikis anak tetap terjaga.
"Tidak boleh pergi ke tempat permainan di mal, karena beberapa orang tua karena mumpung sepi malah membawa anaknya ke mal. Seharusnya menciptakan kegiatan agar anak senang di rumah karena bukan tidak mungkin anak merasa bosan berada di rumah," kata Rose.