AYO BACA : Kapuspen TNI: Sebar Kabar Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan
AYO BACA : Dampak Covid-19, Sejumlah Tempat Keramaian di Bandung Sepi
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan ada 187 hoax soal corona. Paling tenar baru-baru nii adalah cara tes corona pribadi dengan menahan nafas selama 10 detik. Masyarakat diimbau waspada dan disarankan merujuk sumber informasi yang lebih dipercaya.
Klaim dari hoax menahan 10 detik nafas adalah bahwa virus corona dapat diidentifikasi dengan menarik napas panjang dan menahannya selama lebih dari 10 detik.
Ceritanya, jika Anda menyelesaikan tugas ini tanpa mengalami ketidaknyamanan, sesak, itu membuktikan tidak ada fibrosis di paru-paru, yang dapat menunjukkan Anda bebas dari infeksi pernapasan.
Dikatakan bahwa jika seorang pasien virus corona pergi ke rumah sakit terlambat, paru-parunya akan mengalami 50 persen fibrosis, suatu kondisi yang ditandai oleh parut paru-paru yang membatasi pernapasan.
Lebih lanjut, hoaks yang beredar menyarankan untuk melakukan tes pernapasan 10 detik untuk mengetahui kondisi paru-paru apakah diinduksi virus corona atau tidak.
Dilansir dari Express, Robert Legare Atmar, seorang spesialis penyakit menular di Baylor College of Medicine dengan cepat membantah klaim itu.
Dia mengatakan kepada Associated Press bahwa tidak ada bukti jelas kalau virus corona dapat menyebabkan 50 persen fibrosis paru. Dr. Atmar juga mengatakan klaim tes pernapasan 10 detik itu jelas salah.
"Pendekatan ini mungkin membantu dalam mengidentifikasi orang dengan penyakit paru-paru yang lebih serius, tetapi tidak akan mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus corona yang memiliki gejala ringan hingga tanpa gejala," katanya.
Hoaks lainnya yang beredar adalah minum air yang teratur dapat menangkal ancaman bersarangnya virus corona.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah meluruskan yang satu ini, "meskipun tetap terhidrasi dengan air minum adalah penting untuk kesehatan secara keseluruhan, itu tidak mencegah infeksi virus corona Covid-19."
AYO BACA : Ini Pendapat Ahli Soal Berenang di Tengah Wabah Corona