Sehat

Rokok dan Vape Perbesar Peluang Terjangkit Virus Corona?

Oleh: Admin Sabtu 14 Mar 2020, 09:08 WIB
Ilustrasi vape (Pixabay.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perokok lebih berisiko terjangkit virus corona.

Asumsi ini berasal dari sebuah studi di China yang mengungkap bahwa banyak pasien COVID-19 di negara tersebut adalah perokok berat.

Hal ini juga didukung pernyataan beberapa pakar bahwa merokok meningkatkan jumlah reseptor ACE 2 yang juga menjadi reseptor virus corona. Sehingga semakin banyak reseptor maka semakin banyak kemungkinan virus menempel dan menyebabkan infeksi.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan rokok elektrik atau vape?

Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Feni Fitriani, SpP(K), mengaku dirinya belum mempelajari kaitan vape dengan risiko infeksi virus corona.

Akan tetapi, ia tetap mengimbau bahwa vape bukan pengganti rokok konvensional yang lebih "aman".

"Karena meskipun kadar-kadar bahan berbahaya dalam rokok elektrik dinyatakan lebih kecil daripada rokok konvensional, jadi bukan berarti aman. Kalau mau aman ya berhenti merokok sekalian," kata dr Feni dalam Temu Media di kantor PB IDI Jakarta, Jumat (12/3/2020).

Badan kesehatan seperti WHO dan FDA sudah menyatakan bahwa vape bukanlah sarana yang dapat digunakan untuk berhenti merokok.

Dia juga menyorot efek akut yang ditemukan pada rokok elektrik, yang tidak ditemukan pada rokok konvensional, yakni EVALI atau e-cigarette or vaping use-associated lung injury (cedera paru akibat penggunaan vape).

EVALI juga bisa menyebabkan kematian dan kerusakan paru-paru yang tak kalah parahnya dengan COVID-19. Meski kasusnya tidak ditemukan di Indonesia, bukan berarti kita harus merasa aman.

New York Times mencatat, per Januari 2020, ada 2.602 kasus EVALI dan 59 kematian yang diakibatkan di Amerika Serikat. Sebagian besar korban adalah remaja yang berada di rentang usia 10 hingga 19 tahun.

"Kita enggak akan bisa terus berdebat mana yang lebih aman. Karena, kalau mau sehat ya mutlak rokok atau tidak," ucap Feni.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom