JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Penyebaran virus corona semakin hebat secara global.
Kemarin (Rabu, 4/3/2020), selama 24 jam, tercatat ada 1.900 kasus baru di luar China. Sejauh ini ada 76 negara dunia yang terjangkit virus corona.
Sementara China, negara yang pertama kali menemukan kasus virus tersebut, mengalami penurunan jumlah kasus baru secara signifikan.
"Pesan kunci di sini adalah kita menuju ke pandemik. Kami (WHO) tidak melihat ada penurunan jumlah kasus. Di luar China, 98 persen kasus ada di Iran, Italia dan Korea Selatan," ujar perwakilan World Health Organization (WHO) untuk Indonesia, N. Paranietharan, saat forum diskusi COVID-19 bersama wartawan, di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).
Namun, dia mengatakan, penyakit COVID-19 tidak selalu mengakibatkan kematian. Bahkan 80 persen kasus virus corona di dunia tergolong ringan dan penderitanya bisa sembuh. 15 persen mengakibatkan dampak serius bagi kesehatan dan hanya 5 persen yang mengakibatkan kematian.
Ia juga ingatkan, orang yang paling rentan terkena virus corona adalah mereka yang usianya di atas 60 tahun. Usia anak-anak dan usia muda tidak terlalu rentan terhadap virus corona.
Yang memang menjadi masalah, belum ada vaksin yang terbukti mampu mengatasi virus corona. Ia menyebut ada puluhan penelitian untuk mencari vaksin corona tapi sampai sejauh ini belum mendapatkan hasil maksimal.
"Sejauh ini tidak ada vaksin. Diperkirakan belum ada vaksin yang bisa digunakan dalam setahun ke depan," jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang siap menangani penyebaran virus corona.
"Ini pernyataan dari Dirjen WHO, tidak ada satu pun negara di dunia. Ini bukan soal negara mana melakukan penanganan lebih baik dari negara lain," tegas Paranietharan.