Sehat

Cegah Corona, Cuci Tangan Usai Transaksi dengan Uang Tunai

Oleh: Admin Rabu 04 Mar 2020, 20:11 WIB
ilustrasi. shutterstock

AYO BACA : 23 Maret, Anies Baswedan Akhiri Masa 'Jomblo'

AYO BACA : Kisah Pendiri Garis Keras yang Tunda Pernikahannya Demi Persija

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Dua negara yakni China dan Korea Selatan telah mengkarantina uang kertas. Hal itu diupayakan sebagai bentuk antisipasi menularnya wabah corona. Pasalnya, uang merupakan alat transaksi yang sudah berpindah dari ratusan tangan bahkan lebih.
 
Para ahli memeringatkan bahwa uang kertas kotor mungkin bisa menyebarkan virus corona Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendesak semua orang untuk melakukan transaksi tanpa kontak dalam upaya menurunkan risiko penularan virus.
 
Peringatan ini keluar ketika virus corona Covid-19 terus terdeteksi di seluruh Eropa dengan jumlah korban yang terus meningkat hingga menyaingi asal wabah virus di China.
 
WHO menyarankan agar semua orang selalu mencuci tangan setelah menyentuh uang kertas. Karena, virus corona bisa menempel di mata uang kertas dengan cara yang sama ketika virus hidup di gagang pintu rumah, gagang pintu toilet dan lift.
 
Apalagi uang kertas sudah pasti pernah berpindah tangan ratusan kali. Kondisi ini meningkatkan segala bentuk kotoran dari serangga atau manusia menempel di permukaan mata uang kertas.
 
"Kami tahu bahwa uang sering berpindah tangan dan ada banyak jenis bakteri serta virus yang menempel," kata juru bicara WHO dikutip dari The Sun.
 
Sebuah studi tentang virus corona Covid-19 yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection, mengungkapkan bahwa virus corona manusia bisa menular pada permukaan benda mati hingga 9 hari dalam suhu kamar.
 
Meskipun demikian, para ahli mengatakan kalau virus bisa cepat mati atau tidak aktif jika disemprot disinfektan dan ketika berada di suhu yang lebih tinggi.

AYO BACA : Persija Vs Persebaya Ditunda, Sergio Farias: Kami Manfaatkan untuk Menambah Kesiapan

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati