AYOJAKARTA.COM -- Virus korona atau COVID-19 mulai mewabah di Tiongkok dan negara lain pada akhir 2019. Pada 30 Januari 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah ini sebagai darurat global.
Data terkini dilansir worldometers.info pada tanggal 3 Maret 2020 pukul 08.05 WIB, 76 negara dan satu kapal persiar Diamond Princesws terjangkiti COVID-19, dan sejumlah 90.441 total kasus infeksi tercatat dengan kematian mencapai 3.119 jiwa.
Di Indonesia, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, postif terinfeksi COVID-19, Senin (2/3/2020).
Kewaspadaan tentu akan semakin ditingkatkan, termasuk pencegahan. Salah satu yang digalakkan dalam upaya pencegahan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, ini adalah dengan mempraktikkan kebersihan lewat mencuci tangan.
Sayangnya, masyarakat mulai mengeluhkan kelangkaan stok hand sanitizer di pasaran. Hal ini pun dikeluhkan oleh warganet di media sosial.
AYO BACA : Apakah Terima Paket dari Tiongkok Bisa Tertular Virus Korona?
Meski begitu tak perlu khawatir, pakar mengatakan mencuci tangan sejatinya dilakukan dengan menggunakan air mengalir dan sabun, punya keampuhan sama seperti hand sanitizer untuk membunuh virus penyebab COVID-19.
Dikutip dari The Guardian, para pakar menyetujui bahwa untuk bisa membunuh sebagian besar virus, dalam hand sanitizer dibutuhkan setidaknya 60 persen alkohol (kebanyakan mengandung 60-95 persen). Sally Bloomfield, dosen di London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan bahwa virus lebih kebal terhadap disinfektan ketimbang bakteri.
COVID-19, untungnya, adalah virus yang terbungkus alias envelope virus, sehingga alkohol bisa menyerangnya dan menurunkan ancamannya. Oleh karena itu, kuncinya adalah kapan menggunakannya. Namun pilihan terbaik tetap jauh kepada mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Mengapa? Menurut sebuah studi tahun 2019 yang dilakukan American Society for Microbiology, mencuci tangan lebih efektif ketimbang hand sanitizer karena sabun memiliki kandungan antibakteri ringan, meski tidak membunuh virus.
Mencuci tangan bisa membersihkan tangan dari kotoran, dan tentu saja virus. Basahi tangan dengan air mengalir, sabuni secara menyeluruh di kedua tangan baik di antara jemari dan di bawah kuku, bilas di bawah air mengalir selama 20 detik lalu keringkan dengan tisu dan gunakan tisu tersebut untuk menutup keran air.
AYO BACA : Mitos atau Fakta, Bawang Putih Bisa Cegah COVID-19?
Bahkan faktanya, juru bicara dari perusahaan Kao mengatakan bahwa terlalu banyak hand sanitizer malah bisa menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitivitas kulit, karena membuatnya kering dan menghilangakan minyak alaminya.
"Kulit yang rusak membuatnya rentan akan infeksi, maka hand sanitizer, seperti kebanyakan hal, lebih baik digunakan secukupnya saja, yakni apabila tidak ada pilihan untuk mencuci tangan," demikian tulis situs tersebut.
COVID-19 adalah penyakit yang baru, sehingga belum ada yang mengetahui bagaimana ia menyebar. Menurut National Health Services, kemungkinan besar virus ini disebarkan melalui droplet dari orang ke orang dan sangat tidak mungkin disebarkan melalui makanan ataupun paket.
Sebuah virus membutuhkan sebuah inang atau sel yang hidup untuk bereproduksi. Sehingga jangan menggosok mata, menyentuh mulut atau luka terbuka apabila tanganmu sedang kotor, hindari melakukan hal-hal tersebut hingga kamu bisa mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
Bloomfield menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer pada waktu-waktu tertentu, misal saat kembali ke meja kerja atau tempat duduk di pesawat. Hindari menyentuh apa pun yang tak perlu dan perhatikan apa yang Anda sentuh.
"Apabila semua orang melakukan praktik kebersihan yang baik, maka Anda kemungkinan besar sudah menjauhkan diri (dari virus korona), dan sudah jelas jika Anda tak terjangkit maka Anda tidak akan menularkannya," tutup Bloomfield.
AYO BACA : Tagar #KamiTidakTakutVirusCorona Trending di Twitter