JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Minuman energi diyakini bisa meningkatkan gairah dan semangat untuk melakukan aktifitas lebih tinggi. Faktanya, kebiasaan menenggak minuman energi ternyata tidak baik untuk kesehatan.
Menurut National Institute of Health (NIH) AS, minuman energi dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan jantung berdebar dan menimbulkan kecemasan, berkontribusi pada masalah pencernaan, meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan dehidrasi. Minuman energi bisa berbahaya karena sejumlah besar kafein dapat menyebabkan irama jantung yang serius, aliran darah dan masalah tekanan darah.
Menurut sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (JAHA), minuman energi disebutkan dapat memicu masalah kesehatan yang serius, termasuk peningkatan tekanan darah dan banyak masalah jantung.
Para peneliti di American Heart Association telah memperingatkan bahwa minuman energi dapat mengancam jiwa, terutama bagi mereka yang sudah memiliki tekanan darah tinggi atau masalah jantung. Pada 2017, seorang remaja Carolina Selatan meninggal setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.
Menurut studi tersebut, jumlah kunjungan ruang gawat darurat di AS terkait minuman energi dua kali lipat antara 2007 dan 2011. Kenaikan dalam kunjungan ruang gawat darurat bertepatan dengan temuan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) dari 34 kematian terkait minuman energi selama beberapa tahun.
Studi itu mengungkap ada beberapa risiko yang terkait dengan minuman energi. Minuman energi telah dikaitkan dengan henti jantung, serangan jantung, sobeknya dinding arteri koroner secara tiba-tiba, dan vasospasme koroner.
Seperti dilansir The Sun, peneliti utama Dr Sachin A Shah menyatakan, pihaknya menemukan hubungan antara mengkonsumsi minuman energi dan perubahan interval QT dan tekanan darah yang tidak dapat dikaitkan dengan kafein. Interval QT adalah pengukuran yang digunakan dalam studi JAHA untuk mengukur waktu yang dibutuhkan bagi ventrikel jantung untuk bersiap menghasilkan detak jantung. Perbedaan apa pun dalam interval QT dapat menyebabkan aritmia (detak jantung tidak normal) dan dapat mengancam jiwa.
"Kami sangat perlu menyelidiki bahan tertentu atau kombinasi bahan dalam berbagai jenis minuman energi yang mungkin menjelaskan temuan yang terlihat dalam uji klinis kami," lanjut Shah seperti dilansir laman Fox News.