Sehat

Imunoterapi, Inovasi Baru untuk Lawan Kanker Paru

Oleh: Admin Minggu 11 Agu 2019, 10:10 WIB
Ilustrasi paru-paru. (PIXABAY)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Peningkatan jumlah kasus kanker paru-paru baik secara global maupun di Indonesia menjadi latar belakang kemunculan inovasi terbaru di industri kesehatan dalam pengobatan penyakit tersebut. Inovasi terkini yang berhasil ditemukan adalah imunoterapi. 

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam keterangan resminya menyebutkan, inovasi pengobatan ini memungkinkan daya tahan tubuh pasien kanker paru-paru menjadi lebih kuat dalam mengenali dan melawan sel kanker di dalam tubuh. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan median survival rate (harapan hidup) yang lebih baik, terutama bagi pasien kanker paru-paru stadium lanjut.

Ada beberapa jenis imunoterapi untuk pasien kanker paru-paru yang disesuaikan dengan kebutuhan penderita kanker, antara lain imunoterapi penghambat ‘checkpoint’ sistem imun, vaksin kanker berupa vaksin terapeutik untuk membunuh sel kanker, dan terapi sel t adoptive. Terapi sel t mengubah salah satu jenis sel darah putih pada penderita kanker untuk dapat kembali menyerang sel kanker.

Imunoterapi bukan hanya berfungsi sebagai pengobatan tambahan, melainkan berperan sebagai pengobatan utama yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh penderita kanker paru-paru untuk melawan sel kanker itu sendiri. 

Sistem kerja dari pengobatan imunoterapi ini adalah langsung menyasar atau menghambat pertemuan sel imun yang kerap dimanfaatkan oleh sel kanker untuk menghindari serangan dari sistem imun atau daya tahan tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan pada penderita kanker akan jauh lebih aktif untuk melawan sel kanker tersebut.

Hampir 25% pasien kanker paru-paru yang menerima imunoterapi dan belum pernah menjalani kemoterapi sebelumnya mampu bertahan hidup hingga 5 tahun. Sedangkan bagi pasien yang pernah menjalani kemoterapi, angka tersebut turun menjadi hanya lebih dari 15 persen.

Di masa yang akan datang, imunoterapi diharapkan dapat berkembang lebih jauh berdasarkan kebutuhannya dan dapat menekan laju pertumbuhan angka beban kanker lainnya di Indonesia. Tentunya setiap metode pengobatan memiliki performa dan efek yang berbeda bagi setiap pasien kanker tergantung pada jenis kebutuhan pasien itu sendiri.

Bagaimanapun, terobosan pengobatan medis saat ini dapat memberikan optimisme dan proses pengobatan yang lebih baik, khususnya bagi pasien kanker sehingga bisa memberikan hidup yang berkualitas bersama keluarga.

Di masa yang akan datang, kanker diharapkan bukan lagi merupakan “vonis kematian” bagi pasien kanker di Indonesia, untuk itu perkembangan inovasi pengobatan kanker pengobatan harus terus didukung oleh semua pihak untuk menciptakan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Reporter Admin
Editor Fira Nursyabani