Sehat

Ahli Bantah Biopsi Kanker Prostat Menyakitkan

Oleh: Admin Senin 05 Agu 2019, 21:25 WIB
Ilustrasi. (www.alodokter.com)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Salah satu upaya mendeteksi kanker adalah dengan cara melakukan biopsi, termasuk prostat. Namun, banyak orang menolak melakukan biopsi lantaran prosedur ini menyakitkan. 

Hal itu dibantah oleh Dr dr Irfan Wahyudi, SpU (K) saat acara pembukaan Pusat Kanker Prostat RSCM di Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). 

"Persepsi biopsi sakit, tidak nyaman itu tidak benar," ujarnya

Dalam biopsi, jaringan prostat diambil untuk diperiksa apakah jaringan itu terkena kanker atau tidak. Prosedur ini tidak melalui saluran cerna atau saluran kemih, melainkan bagian perineal karena memiliki risiko infeksi yang kecil dan dianggap paling aman.

Biasanya ada beberapa metode biopsi yang dilakukan para ahli, salah satunya biopsi dengan teknik robotik. Melaui cara ini, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3D.

Selain itu, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi dan prosedur ini lebih stabil.

"Lebih stabil. Kami bisa menentukan titik mana yang akan kami kerjakan. Angka ketepatan lebih tinggi," kata Irfan.

Menurut dia, penggunaan robotik dalam biopsi juga meminimalisir keluhan yang muncul sehingga pasien kanker prostat tak perlu merasakan hal-hal yang mereka khawatirkan.

Pasien yang dapat dilakukan tindakan biopsi menggunakan alat bantu robotik umumnya memiliki karakteristik berupa: abnormalitas pada pemeriksaan colok dubur, memiliki nilai PSA tinggi.

Reporter Admin
Editor Ananda Muhammad Firdaus