AYOJAKARTA.COM – Dikenal karena memilliki banyak kandungan protein dan rasa yang enak, Bakso telah menjadi salah satu kuliner paling digemari di Indonesia.
Selain karena rasa daging atau tetelannya yang khas, perpaduan sayuran dengan karbohidrat dari Mie atau Bihun juga membuat Bakso mampu mendatangkan kenyang.
Sering disebut sebagai salah satu menu diet, Bakso menurut dr. Verawati Sudarma, MGizi, SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik justru dianggap tidak selalu baik bagi kesehatan.
Baca Juga: Mantan Suami Barbie Hsu Gugat DJ Koo dengan Tuduhan Penggelapan Dana Pendidikan
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah acara bertema edukasi kesehatan, dr. Vera menyebut kuliner dengan rasa khas pedas-segar ini sering disalah-artikan.
Komposisi ideal dari bahan dasar bola-bola daging, menurut dr. Vera adalah 15 persen Tepung Kanji dan 85 persen daging murni baik dari Sapi, Ayam atau Ikan.
Dengan jumlah ideal tersebut, dr. Vera menyebut kandungan protein dan nutrisi penting yang terdapat di dalam daging tidak akan mengalami kerusakan atau seimbang.
Karena alasan efisiensi dan ekonomis, tidak sedikit bakso yang beredar di pasaran justru memiliki kandungan kurang sesuai dengan standar gizi.
Namun demikian, dr. Vera menilai bakso memiliki sejumlah fakta menarik yang tidak banyak diketahui bahkan mungkin oleh Pedagangnya sendiri.
Fakta menarik tentang kerabat dekat dari Mie Ayam dan Soto ini adalah memiliki kandungan kalori yang tinggi, terlebih jika komposisi racikan bakso dalam kondisi ideal.
Jumlah kalori saat seseorang mengkonsumsi delapan butir bakso berukuran sedang, menurut dr. Vera setara dengan satu piring lebih nasi putih.
Angka tersebut, menurut dr. Vera akan semakin bertambah besar jika dalam satu mangkuk dipenuhi dengan tambahan sayuran, sumsum, tetelan, mie atau bihun sebagai pelengkap.
Berdasarkan pada fakta tersebut, anggapan yang menyebut bahwa bakso merupakan salah satu menu pengganti diet adalah tidak sepenuhnya benar.
Karena termasuk sebagai industri rumahan, fakta selanjutnya dari kuliner yang menjadi pilihan dari berbagai usia dan kalangan adalah memiliki kandungan gizi bervariasi.
Proses pembuatan bakso beserta resep rahasia yang dimiliki oleh setiap pedagang, menurut dr. Vera menjadi salah satu penyebab variasi nilai gizi.
Fakta selanjutnya dari bakso yang sudah banyak dirasakan namun sering diabaikan oleh pengkonsumsinya adalah dapat mengubah suasana hati atau mood.
Untuk memperoleh kebaikan bakso, selain memperhatikan kuantitas dan kualitas menurut dr. Vera adalah dengan menambah lebih banyak sayuran saat dikonsumsi. ***