AYOJAKARTA.COM – Memanaskan atau menghangatkan makanan, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia bukan merupakan hal baru.
Selain karena dianggap masih layak konsumsi, memanaskan atau menghangatkan makanan juga sering dianggap sebagai bagian dari efisiensi ekonomi.
Meski terdengar lazim atau bahkan dianggap hal wajar, kebiasaan memanaskan atau menghangatkan makanan untuk dikonsumsi ulang dapat berdampak merugikan kesehatan.
Baca Juga: Penting! Tata Tertib Tes Terstandar SPMB Jabar Tahap 2 SMA pada 3-4 Juli 2025, Wajib Tahu agar Lolos
Proses memanaskan makanan, menurut para ahli gizi bukan hanya dapat merusak kandungan nutrisi tetapi juga mengakibatkan timbulnya senyawa beracun.
Sehingga makanan yang mengalami pemanasan atau dihangatkan ulang akan menjadi sumber munculnya radikal bebas dan berbagai jenis pengganggu kesehatan.
1. Sayuran dengan Kandungan Nitrate Tinggi
Adapun jenis makanan pertama yang dapat merusak kesehatan jika dihangatkan atau dipanaskan dan dikonsumsi adalah sayuran tinggi kandungan nitrat.
Beberapa jenis bahan pangan yang memiliki kandungan Nitrat tinggi seperti Bayam, Wortel, Lobak dan Seledri sejatinya sangat baik untuk membantu proses peredaran darah.
Namun jika dipanaskan berulang, hasil olahan makanan yang kaya akan Nitrat alami akan berubah menjadi Nitrosamin dan menghasilkan senyawa Karsinogenik atau Pemicu Kanker.
Baca Juga: Update Terkini! Saldo Bansos Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Masuk Rekening KPM KKS BRI Akhir Juni 2025
Untuk memperoleh hasil optimal dari sayuran yang kaya akan kandungan nitrat alami, pastikan mengkonsumsi setelah dimasak atau dijadikan sebagai Salad jika belum habis.
2. Nasi
Jenis makanan berikutnya yang akan membawa dampak merugikan dan buruk bagi kesehatan jika dipanaskan adalah Nasi.
Nasi yang telah dimasak dan disimpan pada suhu ruangan, oleh para Ahli Nutrisi tidak dianjurkan untuk kembali dipanaskan.
Selain karena dapat menyebabkan munculnya bakteri jahat, memanaskan ulang nasi yang sudah lebih dari dua jam dalam suhu ruangan juga bisa menyebabkan terjadinya keracunan.
3. Olahan Telur
Menjadi sumber protein hewani yang tinggi, jenis makanan selanjutnya yang dapat berakibat buruk jika dipanaskan berulang adalah olahan telur.
Baca Juga: Tes Terstandar SPMB Jabar Tahap 2: Jadwal, Sesi, dan Cara Unduh Aplikasi Tes untuk Jenjang SMA
Menurut riset yang dilakukan, memanaskan telur yang sudah diolah menjadi makanan dapat mengubah total struktur kandungan protein di dalamnya.
Resiko pada tubuh jika seseorang tetap memanaskan ulang telur adalah terjadinya oksidasi nitrogen yang dapat menjadi radikal bebas penyebab kanker.
Guna mencegah terjadinya perubahan senyawa pada telur, pastikan segera mengkonsumsi setelah dimasak atau diberikan kepada tetangga jika jumlahnya berlebih.
4. Daftar Makanan Lainnya
Selain ketiga jenis olahan makanan tersebut, sejumlah makanan juga termasuk dalam daftar yang tidak baik jika dihangatkan atau dipanaskan.
Adapun daftar makanan yang sebaiknya tidak dihangatkan atau dipanaskan ulang adalah Daging Ayam, Kentang, Jamur, Gorengan, serta Seafood atau Makanan Laut. ***