Sehat

Tunjukan Gejala SJS dan Post Power Syndrome, Ini Pendapat Ahli Jiwa Soal Psikosomatik yang Diduga Dialami Joko Widodo!

Oleh: Karseno AJ Rabu 25 Jun 2025, 20:20 WIB
Tunjukan Gejala SJS dan Post Power Syndrome, Ini Pendapat Ahli Jiwa Soal Psikosomatik yang Diduga Dialami Joko Widodo!

AYOJAKARTA.COM – Perubahan warna yang terlihat jelas pada kulit Joko Widodo, masih menjadi perbincangan oleh sebagian kalangan.

Meski Ajudan Joko Widodo menyebut perubahan pada epidermis terjadi akibat alergi, namun jawaban tersebut masih belum mampu membuat warganet puas.

Selain menduga karena diakibatkan oleh SJS atau Steven Johnson Syndrome dan Post Power Syndrome, kondisi epidermis Joko Widodo juga diakibatkan oleh Psikosomatik.

Baca Juga: Kabar Baik! 405 Ribu KPM Kembali Terima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2, Ini Rincian dan Syarat Penebalan Rp400 Ribu

Anggapan mengenai penyebab perubahan tampilan epidermis yang dialami Presiden Indonesia Ketujuh tersebut, merupakan pernyataan Pakar Dialektika Rocky Gerung.

Menurut Rocky, Psikosomatik merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan kejiwaan sehingga tidak dapat ditoleransi oleh tubuh.

Sebagai Presiden Indonesia, Jokowi menurut Rocky sudah terlalu menikmati sorotan kamera sehingga selalu berusaha mempertahankan eforia yang sempat dialaminya.

Meski banyak mendapatkan tanggapan dari masyarakat sebagai tokoh, sebagai Ayah dari anak-anaknya Jokowi juga mengalami tekanan.

Baca Juga: SPMB Jatim 2025 Tahap 3 Dibuka Besok, Ini Cara Cek Peluang Diterima SMA/SMK Jalur Domisili

Desakan untuk memakzulkan Gibran dan sorotan kepada anggota keluarga yang masih bertahan di pemerintahan, menurut Rocky membuat tekanan psikis tersendiri.

Akibat kuatnya tekanan yang dialami di bagian kejiwaan, hal tersebut menurut Rocky berdampak pada lapisan epidermis kulit.

Karena itu, Rocky berharap agar Jokowi dan keluarganya merencanakan pertemuan secara khusus dan membahas banyak hal yang tidak terekspos di permukaan.

Terkait dengan gangguan Psikosomatik yang diduga sedang dialami oleh Jokowi, dr. Andri, SpKJ, FACLP selaku Dokter Spesialis Kejiwaan sempat memberikan penjelasan.

Baca Juga: BSU Rp600 Ribu Mulai Cair, Segera Cek Rekening Anda!

Disampaikan melalui kanal Youtube Andri Psikosomatik, dr. Andri menyebut penyebab terjadinya Psikosomatik sangat bervariasi.

Selain karena reaksi atas suatu peristiwa yang sangat mengejutkan atau hysterical reaction, penyebab Psikosomatik juga dapat terjadi karena tekanan pada fisik ataupun psikis.

Gangguan Psikosomatik pasca berkembangnya bidang kedokteran, menurut dr. Andri juga banyak disebabkan karena kesulitan melakukan pelepasan emosi secara benar.

Dalam istilah awam, salah satu bentuk respon gangguan Psikosomatik yang dapat dikenal dengan mudah adalah peristiwa Kesurupan.

Baca Juga: Anti Panas saat Gaming! Realme 14 5G Bawa Vapor Chamber dan Layar Amoled 120Hz, Worth It Banget

Luka batin atau kondisi emosi negatif yang mengendap terlalu lama di dalam tubuh, menurut dr. Andri dapat membuat seseorang bereaksi secara fisik pada saat tertentu.

“Gangguian psikosomatik ini biasanya terjadi karena kesulitan menghadapi situasi atau tekanan yang tidak bisa dikelola,” ungkap dr. Andri.

Untuk dapat menghindari terjadinya gangguan Psikosomatik, menurut dr. Andri dapat dilakukan dengan cara meregulasi emosi, mindfulness dan tetap memiliki harapan.

Kondisi atau perasaan tertekan yang terjadi secara berkelanjutan tanpa penanganan, dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis. ***

Baca Juga: CMB Catat! Ini Jadwal Resmi SPMB Jabar Tahap 2 2025, Pendaftaran Dibuka 24 Juni sampai 1 Juli

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita