Sehat

Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Mpox di Jawa Barat Tercatat Mengalami Peningkatan Sejak 2023, Ternyata Ini Penyebabnya

Oleh: Karseno AJ Rabu 11 Sep 2024, 11:22 WIB
Sepanjang tahun 2023 jumlah temuan kasus Mpox di Jawa Barat diketahui tercatat sebanyak 11 pasien dan terjadi penambahan sebanyak 2 pasien pada Mei tahun 2024.

AYOJAKARTA.COM – Usai ditetapkan menjadi perhatian global oleh WHO, Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat adanya peningkatan kasus virus Mpox di wilayahnya.

Sepanjang tahun 2023 jumlah temuan kasus Mpox di Jawa Barat diketahui tercatat sebanyak 11 pasien dan terjadi penambahan sebanyak 2 pasien pada Mei tahun 2024.  

Dengan demikian, hingga saat ini Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat sebanyak 13 kasus virus Mpox terjadi di wilayah Jawa Barat.

Sehubungan dengan adanya peningkatan jumlah kasus Mpox tersebut, Kepala Dinkes Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi memberikan pernyataan.

Kepada awak media, dr. R. Vini menyebut peningkatan kasus Mpox di wilayah Jawa Barat terjadi akibat adanya perilaku seksual yang tidak wajar.

Baca Juga: Viral! Virus Mpox Sudah Masuk ke Indonesia, dr. Robert Sinto Jelaskan Beda Cara Penularannya dengan Covid-19

Untuk menjaga potensi munculnya stigma negatif dan hukuman sosial terhadap keluarga pasien, dr. R. Vini memilih identitas para pasien.

Saat dimintai keterangan terkait upaya melakukan penelusuran, dr. R. Vini mengaku cukup kesulitan karena para pelaku cenderung saling menutupi.

Terkait dengan proses kronologis penyebaran virus Mpox di wilayah Jawa Barat, dr. R. Vini menyebut bermula dari warga Jakarta yang merupakan penduduk Karawang.

“Awalnya itu orang Jakarta penduduk Karawang, karena memang kebanyakan yang kena daerah yang berdekatan dengan Jakarta,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Official iNews pada Rabu, 11 September 2024.

Adapun wilayah persebaran Mpox yang dimaksud oleh dr. R. Vini, selain Karawang juga tercatat Bekasi serta Depok.

Baca Juga: Begini Upaya Tenaga Kesehatan Tangani Pasien Terduga Virus Mpox Demi Cegah Penularan dan Kurangi Angka Kematian

Guna mencegah terjadinya penyebaran virus Mpox, Dinkes Jawa Barat terus melakukan surveillance atau pengawasan di sejumlah wilayah.

Selain itu, Dinkes Jawa Barat juga terus melakukan pemeriksaan terhadap keluarga serumah dari pasien yang terindikasi Mpox.

“Pada prinsipnya, kalau kami ada kasus maka kontak eratnya seperti keluarga serumah itu langsung kita awasi,” jelas dr. R. Vini.

Lebih lanjut, dr. R. Vini menyebut hingga saat ini hasil pemeriksaan terhadap para keluarga pasien menunjukkan hasil negatif.

Pemantauan terhadap para keluarga yang terinfeksi virus Mpox, menurut keterangan dr. R. Vini dilakukan secara optimal selama satu bulan oleh Tenaga Kesehatan.

Baca Juga: Viral! Virus Mpox Sudah Masuk ke Indonesia, Apakah Penyakit Ini Tidak Perlu Dianggap Serius oleh Masyarakat?

dr. R. Vini menambahkan, Dinas Kesehatan Jawa Barat melalui Labkesda juga sudah memiliki fasilitas untuk melakukan pemeriksaan.

Namun demikian, keputusan terkait pemeriksaan virus Mpox terhadap pasien masih perlu mendapat izin langsung dari Kementerian Kesehatan.

“Hanya tinggal persetujuan dari Kemenkes, boleh atau tidak kami melakukan pemeriksaan, jadi sebetulnya kita sudah siap,” pungkas dr. R. Vini.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana