Sehat

Viral! Virus Mpox Sudah Masuk ke Indonesia, Apakah Penyakit Ini Tidak Perlu Dianggap Serius oleh Masyarakat?

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 09 Sep 2024, 18:07 WIB
Sosialisasi bahaya cacar monyet atau mongkeypox di Puskesmas Banjaran Kota, Jalan Pajagalan, Kota Bandung

AYOJAKARTA.COM – Virus Mpox atau monkey pox saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat di Indonesia.

Menurut WHO, virus cacar monyet atau Mpox ini penyakit yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. WHO juga sudah menetapkan penyakit cacar monyet tersebut sebagai penyakit darurat global.

WHO menetapkan virus Mpox tersebut sejak tanggal 14 Agustus 2024 lalu. Diketahui, di negara Indonesia sendiri sudah ada 88 kasus terkonfirmasi virus Mpox ini.

88 kasus tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti 13 kasus di Jawa Barat, 59 kasus di Jakarta, 3 kasus di Yogyakarta, 9 kasus di Banten, 1 kasus di Kepulauan Riau dan 3 kasus lainnya di wilayah Jawa Timur.

Virus Monkey Pox atau Mpox ini diketahui bisa ditularkan dari hewan ke hewan, hewan ke manusia, atau manusia ke manusia.

Saat ini tingkat kematian yang diakibatkan oleh virus Mpox ini rendah. Lalu, apakah masyarakat tidak perlu menganggap serius atau sebaliknya?

Baca Juga: 2 Bansos Tunai Statusnya Sudah 'SP2D' di SIKS-NG, Nominal Bantuan Rp1,2 Juta dan Rp1,8 Juta

Menurut Spesialis Penyakit Dalam (Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi) dr. Robert Sinto menyampaikan bahwa virus Mpox ini berbeda dengan covid-19.

“Beda total antara virusnya Corona virus dengan virus monkey pox ini, jadi total beda galurnya juga beda, jadi ini bukan turunan dari covid tapi ini adalah virus yang memang zaman dulu itu kita pernah sebelum tahun 80-90 itu kita kenal dengan bukan yang cacar air chicken pox yang sekarang ini ya variola. Nah itu satu kelompok yang sama kurang lebih” ucap dr. Robert, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Hidup Sehat tvOne, pada Senin, 9 September 2024.

“Jadi dia bukan ditularkan melalui gigitan monyet awalnya ditularkan, cerita tadi nama monkey itu dapatnya karena terinfeksi pada monyet percobaan tapi kemudian sekarang menginvasi pada manusia dan justru sekarang yang paling sering transmisinya adalah dari manusia ke manusia ketimbang dari hewan ke manusia” lanjutnya.

Menurut dr. Robert, virus Mpox ini diperhatikan secara serius karena WHO sendiri sudah mengumumkan bahwa virus ini harus menjadi perhatian global.

Baca Juga: ALHAMDULILAH! Bansos ini Dipercepat Pencairannya untuk Alokasi 2 Bulan dan Sudah Bisa Dicek Sekarang

Hal tersebut dikarenakan untuk varian virus Mpox kali ini angka kematiannya sudah semakin tinggi dibandingkan dengan varian yang ada di masa lalu.

“Justru WHO kan menganggap ini sebagai sebuah perhatian global gitu ya karena yang untuk yang varian kali ini angka kematiannya memang lebih tinggi dibandingkan dengan varian yang ada di lalu” ucapnya.

Hal tersebut tentu saja menjadi perhatian kesehatan dan harus 3-4 minggu isolasi mandiri. Itu artinya akan berdampak ke dalam ekonomi dan kegiatan masyarakat.

“Dan tentu ini menjadi perhatian kesehatan karena bayangkan 3 sampai 4 minggu ini bukan bicara masalah kematian saja, ini bicara masalah dampak ekonomi orang tidak bisa bekerja selama 3 sampai 4 Minggu, belum lagi nanti berbagai dampak ekonomi yang dikhawatirkan timbul dan kemudian yang untuk Mpox itu banyak terkena pada populasi dengan kekebalan tubuh menurun” ujarnya.

Ia juga menyampaikan angka kematian yang tinggi biasanya terjadi di seseorang yang angka kekebalan tubuhnya menurun.

“Nah kekebalan tubuh menurun angka kematian bisa lebih tinggi pada kekebalan tubuh yang menurun tersebut” tutupnya.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Aris Abdulsalam