AYOJAKARTA.COM - Dapat tumbuh subur pada iklim tropis seperti di Indonesia, Arachis Hypogaea dikenal oleh berbagai kalangan dengan nama Kacang Tanah.
Bagi para penggemar pertandingan sepak bola yang tayang dini hari atau petugas ronda, Kacang Tanah merupakan pelengkap hidangan di meja.
Selain karena rasa alaminya yang gurih, Kacang Tanah juga umumnya dijual dalam kemasan khusus sehingga jumlahnya cenderung melimpah.
Baca Juga: Kabar Gembira! Ini 8 Kategori KPM PKH dan BPNT yang Dapat Bansos Tambahan Rp400 Ribu, Cek Sekarang!
Menjadi teman setia untuk menghadapi berbagai situasi, Kacang Tanah juga sering dijadikan sasaran kesalahan atau jadi Kambing Hitam atas gangguan kesehatan.
Untuk meluruskan anggapan keliru yang terlanjur banyak diyakini oleh sebagian kalangan, berikut adalah sederet fakta dan mitos mengenai cemilan khas rakyat Indonesia.
Karena memiliki kandungan Purin yang tinggi, fakta pertama tentang kacang tanah jika dikonsumsi secara berlebihan adalah dapat mengakibatkan Asam Urat.
Meski demikian, para penderita penyakit asam urat masih tetap dapat menikmati berbagai jenis kacang-kacangan dalam jumlah terbatas.
Menurut dr. Diana Suganda, SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik, jumlah maksimal konsumsi aman kacang bagi penderita asam urat adalah sebanyak 50 gram per hari.
Fakta unik tentang Kacang Tanah yang perlu diketahui adalah dapat menyebabkan terjadinya alergi pada tubuh.
Banyak terjadi di negara Eropa dan Amerika, alergi kacang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan sesak nafas secara mendadak.
Menurut dr. Diana Suganda, pada setiap 100 gram kacang terkandung kalor hingga mencapai sekitar 580 dan setengah diantaranya merupakan lemak baik.
Karena dapat menekan kolesterol jahat, fakta menarik ketiga tentang kacang tanah adalah baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Mengandung banyak Mikronutrien, Vitamin C dan Vitamin E, serta Antioksidan, fakta selanjutnya adalah dapat membuat orang awet muda.
Dengan adanya kandungan-kandungan alamiah tersebut, proses regenerasi sel pada kulit seseorang akan menjadi lebih cepat.
Dibekali dengan kandungan protein nabati, cara terbaik untuk mengkonsumsinya adalah dengan disangrai atau direbus.
Guna mencapai kualitas hidup sehat, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan konsumsi kacang-kacangan sebanyak tiga sampai empat kali per pekan.
Berdasarkan pada hasil riset yang dilakukan oleh para Ahli, proses sangrai atau rebus pada kacang dapat meningkatkan kadar antioksidan hingga mencapai 37 persen.
Adapun sejumlah mitos atau informasi tidak benar mengenai kacang tanah adalah dapat menyebabkan terjadinya jerawat.
Penyebab umum timbulnya jerawat pada wajah, selain dapat disebabkan karena bakteri juga bisa terjadi karena faktor hormonal. ***
Baca Juga: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Review Samsung S25 Edge, Apa Saja Keunggulan dan Kekurangannya?