Sehat

Bertambah! Kasus Konfimasi Mpox Jadi 88 di Indonesia, Laki-Laki Paling Rentan Tertular karena Hal Ini

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Selasa 20 Agu 2024, 14:18 WIB
Kasus penyebaran penyakit cacar monyet atau Mpox saat ini tengah ramai diperbincangkan.

AYOJAKARTA.COM — Kasus penyebaran penyakit cacar monyet atau Mpox saat ini tengah ramai diperbincangkan.

Hal itu lantaran dalam data tren mingguan dari Kementerian Kesehatan, kasus terkonfirmasi dari penyakit ini secara nasional sudah mencapai 88 kasus.

Berikut adalah data rincian kasus Mpox di Indonesia per hari Sabtu, 17 Agustus 2024.

Baca Juga: Waspada! Kemenkes Konfirmasi 88 Kasus Mpox, Hubungan Sesama Jenis Jadi Kelompok Risiko Utama

Kasus konfirmasi:

  • DKI Jakarta: 59 kasus
  • Jawa Barat: 13 kasus
  • Banten: 9 kasus
  • Jawa Timur: 3
  • D.I Yogyakarta: 3
  • Kepulauan Riau: 1

Dari jumlah total kasus konfirmasi di atas, ada sebanyak 87 kasus yang sudsh terkonfimasi sembuh.

Meski saat ini kasus Mpox mulai bertambah, apabila melihat data tren mingguan sejak tahun 2022 hingga 2024 saat ini, kasus yang terkonfirmasi paling banyak berada di bulan Oktober 2023 lalu.

Pada konferensi pers mengenai Mpox yang digelar pihak Kemenkes pada Minggu, 18 Agustus 2024, Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yakni dr. Yudhi Pramono menjelaskan soal jenis varian Mpox yang paling banyak diderita serta penyebab tertularnya penyakit tersebut.

Baca Juga: Darurat Kesehatan! Virus Mpox Bisa Menyebar Lebih Cepat di Indonesia, Minum 5 Resep Jamu Ini untuk Obati Cacar Monyet

Dari total 88 kasus yang terkonfirmasi, ada 54 kasus yang telah memenuhi kriteria untuk dilakukan Whole Genom Sequencing (WGS). 

Setelah dilakukan WGS ditemukan bahwa di 54 kasus ini seluruhnya adalah varian Claude IIB.

Untuk jenis varian virus ini mayoritas adalah jenis varian yang wabahnya tercatat aktif disebarkan tahun 2022 lalu.

Selain itu penyebab utama persebaran kasus ini salah satunya adalah dengan seringnya melakukan aktivitas seksual.

“Dari 54 kasus ini seluruhnya varian Clade IIB. Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada Tahun 2022 hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual,” jelas Yudhi seperti dikutip AyoJakarta.com pada laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

Ada dua Clade yang dijelaskan pihak Kemenkes terkait dengan jenis penyakit Mpox.

Baca Juga: Heboh Virus Mpox Mulai Mewabah di Indonesia, Seperti Ini Gejala dan Cara Penularannya

Untuk Clade I itu berasal dari Afrika Tengah dengan subclade 1a dan subclade 1b.

Berikutnya ada Clade II yang datangnya berasal dari Afrika Barat.

Untuk saat ini, di Indonesia sendiri baru terdeketeksi varian virus Clade II sejak tahun 2022.

Sesangkan Clade 1 masih belum teridentifikasi ada di dalam Indonesia.

Yudhi juga menyampaikan bahwa penyakit Mpox dapat menular melalui kontak langsung yang bersentuhan dengan ruam kulit yang bernanah, termasuk juga saat berhubungan seksual.

Kelompok yang paling memiliki risiko tertinggi tertular penyakit ini adalah laki-laki apalagi jika sering melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.

“Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis,” teranya.

Seorang dokter kulit Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, SPKK(K), dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa apabila terdeteksi ada hal aneh dalam kulit sepeti muncul bentol merah, gatal dan lain sebagainya maka sebaiknya jangan disentuh, digaruk dipencet atau dibiarkan saja.

Sebaiknya karena Mpox utamanya menyerang kulit, maka janganlah berbagi barang-barang pribadi mulai dari pakaian dalam, handuk, hingga pakaian utama.

Bagi masyarakat yang mengalami luka pada kulit baik luka erosif, benjolan atau bintil sebaiknya segera memeriksakan diri dan memberikan obat sebagai pertolongan pertama.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana