AYOJAKARTA.COM - Kementerian Kesehatan telah merilis data kasus konfirmasi Monkeypox (Mpox) terbaru di Indonesia.
Per 17 Agustus 2024, tercatat terdapat 88 kasus Mpox yang telah dikonfirmasi oleh Kemenkes.
88 kasus tersebut tersebar di enam provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Riau.
Dari 88 kasus yang terkonfirmasi Kemenkes, diketahui 87 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.
Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI yakni dr. Yudhi Pramono, MARS dalam pers Perkembangan kasus Mpox di Indonesia menyampaikan bahwa Mpox bisa ditularkan melalui kontak fisik di kulit, termasuk berhubungan se**.
Dr. Yudhi mengatakan orang yang berhubungan se** dengan banyak pasangan atau sesama jenis berisiko lebih tinggi terpapar Mpox.
“Orang yang berhubungan se** dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan se** dengan sejenis,” kata dr. Yudhi dikutip dari laman sehatnegeriku.kemenkes.go.id pada Selasa (20/8/2024).
Dr. Widhi menjelaskan bahwa dari 88 kasus yang dikonfirmasi, 54 diantaranya memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virusnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan WGS, diketahui dari 54 kasus ini seluruhnya merupakan varian Clade IIB.
Clade II mayoritas menyebarkan wabah Mpox di tahun 2022 hingga sekarang dengan fatalitas lebih rendah dan sebagian besar ditularkan dari kontak sek****.
Perlu diketahui bahwa terdapat dua Clade Mpox yaitu Clade I yang berasal dari Afrika Tengah (Congo Basin) dan Clade II dari Afrika Barat.
Clade I terbagi menjadi subclade 1a yang memiliki case fatality rate (CFR) lebih tinggi dari clade lain dan ditularkan melalui beberapa mode transmisi.
Kemudian, subclade 1b kebanyakan ditularkan melalui kontak sek**** dengan CFR sebesar 11 persen.
Berbeda dengan Clade I, Clade II dengan subclade IIa dan IIb dengan CFR 3,6 persen.
Clade II mempunyai CFR rendah dengan kasus yang sebagian besar berasal dari kontak sek**** saat wabah 2022 lalu.
Masyarakat diimbau untuk mengenakan masker medis apabila dalam kondisi tidak sehat.
Apabila muncul gejala berupa ruam bernanah atau keropeng pada kulit diimbau untuk segera periksa ke layanan kesehatan terdekat.***