Sehat

Waspadai! 3 Organ Dalam Ini Paling Rentan Terdampak Stres Menurut Psikiater

Oleh: Muhammad Imansyah Kamis 27 Jun 2024, 10:15 WIB
Ilustrasi organ dalam yang rentan terdampak stres

AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari akun TikTok @psikosomatikandri, dokter Andri menjelaskan 3 organ dalam yang paling sering terkena dampak stres.

Baik stres yang akut (baru terjadi) atau kronis (jangka panjang), organ yang paling sering terkena dampaknya adalah lambung, paru-paru, dan jantung.

1. Lambung

Lambung biasanya merupakan organ pertama yang merespons stres. Banyak orang mengalami gejala seperti kembung, sulit buang air besar, atau bahkan sering buang air besar.

Ketidaknyamanan ini sering kali menyebabkan individu mencari nasihat medis berulang kali. Sumbu usus-otak, sistem komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan otak, menjelaskan mengapa stres dapat berdampak besar pada kesehatan pencernaan.

Baca Juga: TOP 20 PTN Terbaik Versi Nilai Rerata Tertinggi UTBK SNBT 2024, Ternyata UI dan UGM Bukan Nomor 1, Melainkan Ini...

Stres dapat mengubah motilitas usus, meningkatkan sensitivitas terhadap asam lambung, dan bahkan mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, sehingga menyebabkan berbagai masalah pencernaan.

2. Paru-paru

Organ kedua yang sering terkena stres adalah paru-paru. Orang yang mengalami stres sering kali melaporkan perasaan seolah-olah pernapasannya terhambat atau tidak dapat bernapas, suatu kondisi yang biasa disebut dengan sesak napas.

Sensasi ini bisa sangat menyusahkan dan terkadang disalahartikan sebagai masalah pernafasan yang lebih parah.

Respons stres tubuh memicu pelepasan hormon seperti adrenalin, yang dapat menyebabkan pernapasan cepat, dangkal, dan memperparah perasaan sesak napas.

Dalam beberapa kasus, masalah pernapasan akibat stres dapat menyebabkan hiperventilasi dan serangan panik.

3. Jantung

Baca Juga: Tes Kepribadian: Warna Apa yang Bisa Kamu Lihat dari Gambar Ilusi Optik Ini? Jawabanmu Menguak Tipe Kecerdasan Terpendam dalam Diri

Terakhir, jantung sangat dipengaruhi oleh stres. Gejala yang paling umum adalah jantung berdebar, dimana jantung terasa seperti berdebar kencang atau berdebar kencang.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan, dalam beberapa kasus, masalah kardiovaskular yang lebih serius. Stres kronis diketahui berkontribusi terhadap hipertensi, aritmia, dan bahkan penyakit jantung.

Hubungan antara stres dan kesehatan jantung sudah terdokumentasi dengan baik, dengan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin memainkan peran penting dalam mempengaruhi detak jantung dan tekanan darah.

Baca Juga: SKD IPDN Juli-Agustus 2024: Maaf Hanya 10,51 Persen Peserta yang Berhasil Lulus, Ini Rincian Kuota Kelolosan di 38 Provinsi

Memahami bagaimana stres mempengaruhi organ-organ vital ini dapat membantu individu mengenali gejala sejak dini dan mencari pertolongan medis yang tepat.

Mengelola stres melalui perubahan gaya hidup, teknik relaksasi, dan dukungan profesional dapat mengurangi dampak ini dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Jika kamu mengalami gejala terus-menerus yang berhubungan dengan perut, paru-paru, atau jantung, penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengatasi aspek fisik dan psikologis dari stres.***

Baca Juga: Takut Kampus dan Jurusan Kamu Tidak Sesuai Ekspektasi? Pahami 4 Fakta Ini

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman