AYOJAKARTA.COM – Setelah dikepung dengan tingginya angka pengangguran dan rencana vaksin TBC hingga pagar kedaulatan, Indonesia kembali diketuk oleh meningkatnya Covid-19.
Bukan hanya merebak di Thailand dan Hongkong, peningkatan kasus Covid-19 juga dikabarkan terjadi di negara tetangga Indonesia, Singapura.
Terhitung sejak 27 April hingga 3 Mei 2025, Singapura yang bertetangga dengan Indonesia mencatat telah terjadi sebanyak 14,200 kasus Covid-19 dari varian LF7 dan NB18.
Sedangkan di Hongkong, kasus Covid-19 dikabarkan lebih banyak menjangkit kelompok anak atau belum pernah mendapatkan vaksin.
Baca Juga: Ketika Tidur Suka Bruxism? Ternyata Salah Satunya karena Stres Loh
Sampai dengan 15 Mei 2025, Hongkong mencatat telah terjadi sebanyak 30 kematian terhadap kaum lansia yang ditengarai akibat oleh Covid-19.
Semantara di Thailand, jumlah peningkatan kasus Covid-19 tercatat telah mencapai angka 33,030 kasus hingga pekan lalu.
Terkait dengan adanya peningkatan kasus Covis-19, Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes memberi pernyataan.
Menurut Aji Muhawarman, peningkatan kasus di sejumlah negara tetangga masih tergolong dalam kategori aman sehingga tidak perlu dilakukan penanganan tambahan.
Untuk memastikan keamanan bagi masyarakat Indonesia, Kemenkes telah melakukan sejumlah langkah pencegahan di wilayah-wilayah kedatangan dan perbatasan.
Selain mengimbau masyarakat agar lebih waspada, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat bepergian.
Terhadap kelompok rentan atau memiliki komorbid yang berkaitan dengan gangguan kesehatan, Kemenkes mengingatkan pentingnya melakukan vaksin.
Menyikapi kabar terkait peningkatan angka kasus Covid-19, sejumlah warganet melalui platform media sosial justru menghimbau untuk tidak mudah mempercayai.
Selain karena dianggap sebagai bentuk manipulasi di dunia kesehatan, vaksinasi juga dianggap oleh warganet sebagai bentuk perdagangan terselubung yang sengaja dipaksakan.
Disamping penderita diabetes dan masyarakat lansia, salah satu kelompok rentan terjangkit Covid-19 yang menjadi acuan saat pertama kali pandemi adalah penderita Ispa dan TBC.
Sehubungan dengan rencana uji coba vaksin TBC di Indonesia yang tengah dikembangkan oleh Bill Gates, Siti Fadila Supari ikut buka suara.
Menurut Siti, salah satu hal yang patut diapresiasi dari para warganet di Indonesia adalah lahirnya sikap kritis dan kesadaran terhadap suatu kebijakan.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jadwal Lengkap Pendaftaran SPMB Jakarta 2025 Jenjang SD Semua Jalur
Menjadikan Indonesia sebagai salah satu lokasi uji coba vaksin TBC, selain memang perlu dipertanyakan juga perlu ditanggapi dengan sikap lebih hati-hati.
Selain karena Indonesia memiliki cara yang lebih sesuai dengan kondisi penderita TBC Laten, vaksin menurut Siti juga berpotensi meninggalkan jejak kesehatan di masa depan.
Keberpihakan WHO dalam sejumlah persoalan menyangkut kesehatan di Indonesia, menurut Menkes periode 2004-2009 tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.
“Saya pernah tertipu oleh WHO, jangan percaya sepenuhnya, WHO itu bukan Tuan kita,” tegas Siti saat menjadi narasumber terkait TBC di sebuah siniar. ***