AYOJAKARTA.COM – Gangguan jiwa atau atau sering disebut dengan penyakit kejiwaan merupakan suatu jenis kondisi psikis yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang.
Tidak seperti jenis penyakit fisik yang dapat terlihat, gangguan jiwa atau penyakit kejiwaan lebih bersifat sangat pribadi dan mendalam.
Karena itu, tidak sedikit penderita gangguan jiwa atau penyakit kejiwaan yang bahkan tidak menyadari kondisi dirinya sendiri.
Dalam peradaban umat manusia modern, kondisi seseorang yang mengalami gangguan jiwa dapat membawa berbagai dampak atau perubahan besar.
Baca Juga: Terungkap! Inilah Alasan Ardhito Pramono Cerai dari Jeanneta Sanfadelia, Benarkah Ada Orang Ketiga?
Terlebih jika penderita gangguan jiwa tersebut berada dalam wilayah puncak kekuasaan atau menjadi bagian penting dari suatu sistem dan hirarki sosial maupun politik.
Nama besar seperti Adolf Hitler yang sangat kecanduan Metamfetamin akibat gangguan jiwa Bipolar, menjadikannya memiliki kecenderungan irasional saat membuat keputusan.
Selain Hitler, tokoh dunia modern yang juga diketahui mengalami gangguan jiwa saat menjabat adalah Winston Churchill.
Sebagaimana diketahui, nama Winston Churchill juga kerap dikaitkan dengan salah satu tokoh penting dalam Perang Dunia Kedua.
Tidak berhenti pada kedua tokoh dunia tersebut, sosok pemimpin dunia lainnya yang juga mengalami gangguan kejiwaan adalan Abraham Lincoln, John F. Kennedy.
Dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dimilikinya, mood dan tindakan dari para tokoh tersebut dikenal sangat mudah berubah-ubah.
Disamping para pemimpin yang dikenal karena perilaku Maskulin atau cenderung merusak, Mahatma Gandhi justru sebaliknya.
Baca Juga: Siap-siap! Ini Cara Cek Hasil UTBK SNBT 2025 dan Jadwal Pengumumannya
Akibat pengalaman di usia muda yang sempat ingin melakukan tindakan melukai diri sendiri, Gandhi justru dikenal sebagai sosok berjiwa Feminim atau berempati tinggi.
Gandhi remaja dikabarkan mengalami gangguan kejiwaan berupa depresi berat, sehingga sangat membenci dirinya bahkan ingin menghilangkan dirinya sendiri dari dunia.
Kebiasaan Berbohong dan Gangguan Jiwa
Memiliki berbagai jenis istilah dan spektrum, gangguan kejiwaan pada seseorang ternyata tidak lahir secara instan atau settingan dari Sananya alias By Default.
Menurut dr. Lahago Kembaren, SpKJ selaku Spesialis Kedokteran Jiwa, salah satu penyebab seseorang dapat mengalami gangguan jiwa adalah kebiasaan berbohong.
Berbohong atau penyangkalan atas suatu situasi yang dimulai dari diri sendiri, menurut dr. Lahago dapat membuat seseorang merasa cemas.
Kecemasan dalam diri yang terus dirasakan namun diabaikan, dalam rentang waktu tertentu dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan emosional.
Kondisi emosional yang disikapi dengan berbohong atau penyangkalan, akan membuat seseorang merasa hampa dari dalam dirinya sehingga mencari pemenuhan dari luar.
Pemenuhan mencari validasi dari luar diri inilah yang menurut dr. Lahago, membuat orang dengan gangguan kejiwaan bermasalah secara sosial. ***