AYOJAKARTA.COM -- Aktivitas berjalan kaki melintasi alam terbuka atau Trekking merupakan salah satu jenis metode grounding yang paling menyehatkan.
Terlebih jika aktivitas Trekking yang dilakukan di alam terbuka dilakukan secara rutin serta tanpa menggunakan alas kaki.
Selain dipercaya dapat menetralisir berbagai jenis emosi negatif di dalam tubuh, Trekking juga mampu menambah daya tahan bagi orang yang melakukannya.
Baca Juga: Jenis Tanaman Hias yang Punya Segudang Manfaat Bagi Nafas, Ada Lidah Buaya hingga Janda Bolong
Tidak kalah dengan jogging maupun jenis olahraga lainya, berikut adalah manfaat melakukan aktivitas Trekking yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Karena dapat meningkatkan sirkulasi dan peredaran darah yang lancar, manfaat pertama Trekking bagi tubuh adalah menurunkan risiko penyakit jantung.
Berdasarkan riset, melakukan jalan kaki dengan perasaan bahagia selama sekitar satu jam setiap hari dapat mencegah setengah dari resiko terkena stroke.
Manfaat kedua bagi siapapun yang rutin melakukan Trekking di alam terbuka adalah meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: Tidak Semua Orang Boleh Konsumsi! 3 Manfaat Air Rebusan Kayu Manis untuk Tubuh Manusia
Meski hanya berjalan santai, trekking membuat seluruh bagian tubuh bergerak sehingga dapat meningkatkan kekuatan otot khususnya pada bagian bawah.
Adapun manfaat selanjutnya yang dapat diperoleh dari aktivitas trekking secara rutin bagi tubuh adalah meningkatkan kesehatan mental.
Berbagai tuntutan rutinitas yang membuat pikiran terpasung, cenderung akan berkurang saat seseorang melakukan trekking.
Berjalan kaki di alam terbuka, seperti di taman, pantai atau wilayah di daerah perbukitan akan memicu otak untuk mendatangkan hormon kebahagiaan.
Baca Juga: Dikenal sebagai Bumbu Dapur, Inilah 7 Manfaat Kesehatan dari Ketumbar
Semakin banyak dan seimbang limpahan hormon kebahagiaan di dalam tubuh diproduksi, daya tahan seseorang terhadap tekanan mental akan menjadi lebih tebal.
Manfaat berikutnya yang akan didapat dari aktivitas trekking di alam terbuka adalah membakar banyak kalori.
Berjalan santai di alam terbuka selama sekitar satu jam, menurut hasil riset dapat membakar sebanyak 440 dan 550 kalori.
Semakin panjang atau lama durasi trekking yang dilakukan, akan berdampak pada besarnya tingkat pembakaran kalori di dalam tubuh.
Baca Juga: Daun Kelor Punya Banyak Manfaat Kesehatan, Apa Efek Sampingnya?
Manfaat kelima yang dapat dinikmati oleh pegiat trekking dalam jangka panjang adalah memperkuat struktur tulang.
Selain menguatkan tulang dan persendian, gerakan yang stabil pada seluruh bagian tubuh saat trekking juga penting bagi proses penyebaran berbagai jenis nutrisi.
Terjadinya pembakaran pada bagian tubuh yang disertai dengan munculnya perasaan senang, juga akan membuat peredaran darah menjadi lebih lancar.
Ditambah dengan asupan makanan dan minuman yang seimbang serta menerapkan pola hidup sehat, aktivitas trekking akan membuat tampilan wajah menjadi lebih cerah.***