AYOJAKARTA.COM - Jarang dialami karena sifatnya yang otomatis dan langsung dari sananya, nafas merupakan kebutuhan mendasar setiap makhluk hidup.
Bagi manusia, nafas atau proses menyerap udara atau oksigen kedalam tubuh melalui hidung atau mulut dan mengubahnya menjadi karbon merupakan peristiwa yang kompleks.
Semakin bersih dan jernih kualitas oksigen atau udara yang dihirup saat manusia nafas, kondisi kesehatan seseorang akan menjadi lebih baik.
Salah satu upaya sederhana untuk dapat mengoptimalkan kualitas udara saat bernapas adalah dengan menanam tanaman tertentu di sekitar rumah.
Jenis tanaman tertentu seperti lidah buaya, menurut perspektif sains memiliki peran sebagai indikator kebersihan udara di sekitar tempatnya berada.
Baca Juga: 4 Jenis Tanaman Akar yang Jarang Dilirik tapi Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Selain berperan sebagai indikator kebersihan udara yang penting bagi nafas, lidah buaya juga diyakini memiliki fungsi setara sembilan alat pembersih biologis.
Meletakkan satu pot lidah buaya dalam sebuah ruangan yang mengandung polutan atau kualitas udara buruk bagi nafas, akan dapat terdeteksi melalui bintik pada tanaman.
Semakin sehat tanaman lidah buaya tumbuh di sebuah ruangan atau tempat, hal tersebut menunjukkan kualitas udara yang baik di sekelilingnya.
Bukan hanya lidah buaya, jenis tanaman lain seperti sirih Belanda juga dipercaya oleh sains modern mampu memperbaiki kualitas udara yang penting bagi nafas.
Berdasarkan riset yang dilakukan para ahli botani, setiap satu meter persegi scindapsus aureus atau sirih Belanda mampu menyerap sekitar 1,49 gram formaldehida.
Sirih Belanda yang cocok untuk hiasan dalam ruangan, juga terbukti mampu menyerap 90 persen kadar benzena atau senyawa beracun sisa hasil pembakaran.
Daun tanaman sirih Belanda yang terlihat menua, menunjukkan buruknya kualitas udara di sekitar sehingga perlu segera dipangkas dan memberi kesempatan daun baru berperan.
Karena kemampuannya dalam menghilangkan bakteri, anti radiasi dan menyerap karbon dioksida, jenis tanaman ketiga yang ramah bagi proses nafas adalah kaktus.
Adapun jenis tanaman selanjutnya yang terbukti dapat membersihkan udara di sekitar adalah lidah mertua atau sansevieria.
Selain terbilang cantik, tanaman hias lidah mertua juga efektif untuk menyerap karbon, hingga radiasi yang ditimbulkan dari berbagai jenis perangkat teknologi.
Baca Juga: Memang Boleh Menanam Tanaman di Atas Makam? Begini Hukumnya
Meski banyak memberi kebaikan, perawatan tanaman lidah mertua juga terbilang mudah karena tidak membutuhkan banyak air, cahaya serta perawatan khusus lainnya.
Jenis tanaman hias selanjutnya yang baik bagi kebutuhan oksigen dan nafa bagi manusia adalah janda bolong atau monstera.
Selain memperindah interior, tanaman janda bolong juga mampu menyerap kadar karbon dan mengubahnya menjadi oksigen yang baik bagi kebutuhan nafas manusia.****