Sehat

Waspada Potensi Election Stress Disorder! Fenomena Kampanye dan Pemilu Bisa Buat Manusia Jadi Keblinger

Oleh: Karseno AJ Senin 05 Feb 2024, 18:24 WIB
Stres atau tekanan baik fisik maupun psikis yang banyak dialami oleh orang dewasa tersebut terjadi karena adanya fenomena pemilihan umum.

AYOJAKARTA.COM – Setiap kali menjelang pergantian pemerintahan, berita mengenai pemilihan umum atau Pemilu kerap mengisi lini masa setiap media.

Disadari atau tidak, fenomena polusi berita mengenai pemilihan umum atau pemilu bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Fanatisme para pendukung yang melahirkan pertanyaan dan terkadang sukar dinalar, menjadi salah satu realitas setiap kali pemilihan umum atau pemilu dilangsungkan.

Gencarnya pemasangan spanduk aneka warna dan corak yang melelahkan retina serta argumentasi para kandidat, membuat psikologis masyarakat menjadi kurang sehat.

Bagi sebagian kalangan, fenomena kontestasi pemilihan umum atau pemilu memang menjadi momen yang sangat melelahkan dan menguras ketenangan.

Dilansir Ayojakarta dari laman mayoclinic.org, di pelaksanaan pemilu tahun 2020 terdapat lebih dari dari dua pertiga atau sebanyak 68 persen masyarakat Amerika mengalami stres.

Stres atau tekanan baik fisik maupun psikis yang banyak dialami oleh orang dewasa tersebut terjadi karena adanya fenomena pemilihan umum.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kemudian diketahui bahwa mayoritas orang dewasa di Amerika Serikat mengalami Election Stress Disorder atau ESD.

Baca Juga: Bansos yang Disalurkan Pemerintah Disinggung Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Begini Tanggapan Pengamat Politik

Warga Amerika yang mengalami Election Stress Disorder juga menunjukkan adanya gejala gangguan baik pada bagian fisik serta psikis.

Adapun gejala-gejala yang biasa dialami oleh para penderita ESD akibat gencarnya polusi atau fenomena pemilu adalah seperti berikut.

Gejala pertama yang dialami penderita ESD adalah mengalami rasa kewalahan atau tidak berdaya akibat maraknya pemberitaan terkait pemilu.

Baca Juga: Siswa yang Tak Terdaftar Penerima PIP Kemdikbud Februari 2024 Masih Bisa Dapat Bantuan Rp2 Juta, Begini Cara Daftarnya

Gejala selanjutnya yang dirasakan dan dialami para penderita ESD adalah kondisi sulit tidur sehingga berdampak pada gangguan konsentrasi.

Selain itu, para penderita Election Stress Disorder juga mengalami gangguan yang berdampak pada perubahan emosional.

Selain gangguan secara psikis dan perubahan perilaku, penderita ESD juga mengalami sejumlah keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, dan gangguan pencernaan.

Mengingat kesehatan mental merupakan salah satu aspek vital bagi setiap pribadi, membatasi diri dan diskusi atau perdebatan tentang pemilu perlu dihindari.

Selain membuat batasan secara mandiri, menjaga kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan berusaha menghadirkan kesadaran dan menikmati momen saat ini.

Guna mengoptimalkan kesehatan mental agar terhindar dari gejala ESD juga bisa didapat dengan cara membuat skala prioritas dan menjaga energi sesuai kebutuhan hidup.

Baca Juga: Seleksi CPNS Tahun 2024 Dibuka Minggu Ketiga Bulan Maret, Berikut Dokumen yang Harus Disiapkan Calon Peserta

Untuk mendapatkan kesehatan mental yang prima, setiap individu juga perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik, spiritual, mental, dan kebutuhan sosial.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam