Sehat

Penderita Asam Lambung Dilarang Makan Kuning Telur, Mitos atau Fakta?

Oleh: Asti Aureli Septania Jumat 04 Apr 2025, 21:14 WIB
Ilustrasi. Pernyataan bahwa penderita asam lambung dilarang mengkonsumsi kuning telur sering kali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

AYOJAKARTA.COM – Bagi penderita asam lambung, memilih makanan yang tepat adalah kunci untuk mencegah kambuhnya gejala seperti nyeri ulu hati dan sensasi terbakar.

Salah satu makanan yang sering menjadi perdebatan adalah kuning telur. Pernyataan bahwa penderita asam lambung dilarang mengkonsumsi kuning telur sering kali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Namun, apakah ini benar atau sekadar mitos belaka? Pernyataan bahwa penderita asam lambung dilarang makan kuning telur adalah mitos yang perlu diluruskan.

Meskipun kuning telur mengandung lemak, yang dapat memicu peningkatan produksi asam lambung pada beberapa orang, tidak semua penderita asam lambung harus menghindarinya sepenuhnya.

Fakta Mengenai Kuning Telur dan Asam Lambung

Baca Juga: Cepat Atasi Gejala! Berikut 4 Obat Apotek untuk Asam Lambung Naik Paling Manjur

Kuning Telur Mengandung Lemak

Kuning telur memang mengandung lemak yang dapat memperlambat pengosongan lambung, berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderita asam lambung.

Namun, ini tidak berarti bahwa semua orang dengan kondisi tersebut harus menghindari kuning telur sepenuhnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Obat Asam Lambung yang Cepat dan Ampuh

Putih Telur Sebagai Alternatif

Banyak ahli menyarankan agar penderita asam lambung lebih baik mengkonsumsi putih telur, yang lebih rendah lemak dan lebih aman untuk lambung. Kuning telur sebaiknya dibatasi jika ada reaksi negatif setelah mengkonsumsinya.

Meskipun ada alasan untuk membatasi konsumsi kuning telur bagi penderita asam lambung, pernyataan bahwa mereka dilarang memakannya sepenuhnya adalah mitos.

Sebaiknya, penderita asam lambung berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan pola makan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana